Perkuat Spiritualitas, Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Bina Pengurus Gereja dalam Tradisi Doa Gereja

Medan (Humas)- Pembinaan bagi Pengurus Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal dilaksanakan pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 12.00 WIB di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus gereja sebagai bagian dari pembinaan iman dan peningkatan kualitas pelayanan pastoral di lingkungan stasi.

Dalam kesempatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang selaku Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal menyampaikan materi bertema “Berdoa Sesuai Tradisi Gereja”. Materi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman para pengurus mengenai kehidupan doa dalam Gereja Katolik sehingga mampu menjadi teladan bagi umat dalam membangun kehidupan rohani yang semakin matang.

Pada penyampaiannya, Roni menjelaskan bahwa doa dalam tradisi Gereja Katolik tidak hanya menjadi ungkapan permohonan kepada Allah, tetapi juga merupakan bentuk pujian, syukur, pertobatan, dan penyerahan diri kepada kehendak Tuhan. Ia mengajak para pengurus untuk membiasakan diri berdoa secara pribadi maupun bersama, serta menghidupi doa-doa Gereja seperti Doa Bapa Kami, Salam Maria, Rosario, Ibadat Harian, dan terutama berpartisipasi aktif dalam Perayaan Ekaristi.

Selain itu, para pengurus diingatkan bahwa pelayanan di Gereja hendaknya berakar pada kehidupan doa yang mendalam. Seorang pelayan Gereja yang tekun berdoa akan lebih mampu melayani umat dengan kasih, kerendahan hati, kesabaran, dan semangat persaudaraan. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan tidak hanya bersifat organisatoris, tetapi juga menjadi kesaksian iman yang nyata.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh Pengurus Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal semakin memahami pentingnya doa dalam kehidupan dan pelayanan mereka. Pembinaan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat spiritualitas para pengurus agar mampu menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab, setia pada ajaran Gereja, serta menjadi teladan bagi umat dalam kehidupan beriman.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *