Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus mengintensifkan pembinaan umat melalui kegiatan katekese yang menyentuh kehidupan keluarga sebagai Gereja domestik. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Katolik Demaran Sigiro kepada para Pendamping Perkumpulan Ibu-Ibu Katolik (PIK) Santa Anna, Stasi Santa Theresia, Perumnas Simalingkar, Jalan Kemenyan Raya No. 88, Kecamatan Medan Tuntungan, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan katekese mengangkat tema “Peran Ibu dalam Menumbuhkan Rahmat Sakramen Baptis di Tengah Keluarga”. Tema ini dipilih untuk memperdalam pemahaman para peserta mengenai pentingnya peran ibu sebagai pendidik iman pertama yang membimbing anak-anak dan seluruh anggota keluarga untuk menghayati rahmat Sakramen Baptis dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat belajar, para peserta mengikuti penyampaian materi, refleksi iman, serta dialog interaktif mengenai tantangan keluarga Katolik di tengah perkembangan zaman. Melalui katekese tersebut, para ibu diajak untuk semakin menyadari bahwa keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai Injil, membangun kebiasaan berdoa, serta menumbuhkan semangat hidup menggereja.
Dalam pemaparannya, Demaran Sigiro menegaskan bahwa Sakramen Baptis merupakan awal kehidupan baru sebagai anak-anak Allah. Namun, rahmat yang diterima melalui sakramen tersebut perlu terus dipelihara dan dikembangkan melalui pendidikan iman yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Rahmat Sakramen Baptis tidak berhenti ketika seseorang menerima pembaptisan, tetapi harus terus dipupuk melalui kehidupan sehari-hari. Di sinilah peran seorang ibu menjadi sangat penting, karena melalui kasih, keteladanan, doa, dan pendampingan yang diberikan kepada anak-anak, nilai-nilai iman akan terus bertumbuh dalam keluarga,” ujar Demaran.
Ia menjelaskan bahwa seorang ibu Katolik tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga memiliki panggilan mulia untuk membentuk karakter Kristiani, menanamkan nilai kasih, pengampunan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.
“Anak-anak lebih mudah belajar melalui teladan daripada sekadar nasihat. Ketika seorang ibu menghadirkan kasih, kesabaran, dan kehidupan doa dalam keluarga, sesungguhnya ia sedang membantu anak-anak menghidupi rahmat Sakramen Baptis yang telah mereka terima. Keluarga pun akan menjadi tempat bertumbuhnya iman yang kokoh dan penuh sukacita,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan dan pengalaman dibagikan dalam sesi dialog, mulai dari cara mendampingi pertumbuhan iman anak di era digital hingga membangun kebiasaan doa bersama di tengah kesibukan keluarga. Diskusi tersebut semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai peran strategis keluarga dalam pembinaan iman.
Melalui kegiatan katekese ini, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan berharap para anggota Perkumpulan Ibu-Ibu Katolik Santa Anna semakin memahami panggilan mereka sebagai pendidik iman dalam keluarga serta mampu menjadi teladan hidup Kristiani bagi anak-anak dan lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan pembinaan umat yang berkelanjutan, sehingga keluarga-keluarga Katolik semakin bertumbuh dalam iman, memperkokoh kehidupan menggereja, serta menghadirkan nilai-nilai kasih Kristus di tengah masyarakat.

