Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik melalui penguatan edukasi keagamaan berbasis digital. Sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, KUA Medan Amplas memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan literasi keagamaan yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, cepat, dan efektif. Selasa (7/7/2026).
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., yang mendorong seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional sekaligus edukasi keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“KUA harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Pelayanan keagamaan tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga harus memanfaatkan media digital agar pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Inovasi seperti Podcast IKMA menjadi salah satu ikhtiar menghadirkan dakwah yang edukatif, moderat, dan mudah diakses oleh semua kalangan,” ujar Muhammad Lukman Hakim Hasibuan.
Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui Podcast Informasi Keagamaan Medan Amplas (IKMA), program dakwah digital yang menjadi satu-satunya podcast yang dikembangkan oleh KUA di lingkungan Kementerian Agama Kota Medan. Podcast ini merupakan gagasan Kepala KUA Medan Amplas dengan Dr. Syarto, Lc., M.A. sebagai Koordinator Podcast dan Muhyiddin Nasution sebagai videografer.
Podcast IKMA memasuki episode ke-34 dengan menghadirkan Suriadi, S.Ag., Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Medan, sebagai narasumber. Dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas H. Harun Arrasyid, Lc., M.A. selaku host, episode ini mengangkat tema “Peran Strategis Penyuluh Agama dalam Membangun Umat yang Moderat, Berilmu, dan Berakhlak.”
Dialog berlangsung secara komunikatif melalui lima sesi pembahasan yang mengulas berbagai aspek strategis tugas penyuluh agama. Pembahasan diawali dengan penjelasan mengenai peran penyuluh sebagai mitra pemerintah dalam memberikan penerangan, pembinaan, konsultasi, dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat.
Pada sesi berikutnya, narasumber menekankan pentingnya peran penyuluh dalam memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, penyuluh memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai toleransi, menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menjadi perekat di tengah masyarakat yang majemuk.
Memasuki pembahasan tentang era digital, Suriadi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan sebagai media dakwah yang positif. Literasi digital yang baik akan membantu masyarakat memperoleh informasi keagamaan dari sumber yang benar sekaligus terhindar dari berbagai informasi yang menyesatkan.
“Seorang penyuluh agama harus mampu menjadi teladan, pendidik, sekaligus penggerak masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, berilmu, dan berakhlak mulia. Di era digital, penyuluh juga dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai media dakwah yang mencerdaskan dan memberikan solusi bagi umat,” ungkap Ustadz Suriadi.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan akhlak dan penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi yang berkualitas. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, karakter, dan akhlak mulia sehingga harus terus mendapatkan pendampingan melalui kegiatan penyuluhan yang berkelanjutan.
“Penyuluh agama harus terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta menghadirkan metode dakwah yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, pesan-pesan keagamaan akan lebih mudah diterima dan memberikan dampak positif dalam kehidupan umat,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi narasumber dalam memperkuat literasi keagamaan, kegiatan Podcast IKMA episode ke-34 ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada Ustadz Suriadi, S.Ag.
Melalui Podcast Informasi Keagamaan Medan Amplas (IKMA), KUA Kecamatan Medan Amplas terus menegaskan komitmennya sebagai KUA Inspiratif yang mengintegrasikan pelayanan publik, pembinaan umat, dan dakwah digital dalam satu ekosistem pelayanan yang profesional, inovatif, dan berdampak. Kehadiran podcast ini diharapkan menjadi media edukasi yang mampu memperluas jangkauan pembinaan keagamaan, memperkuat literasi digital masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama demi terwujudnya kehidupan yang rukun, harmonis, dan berakhlak mulia.

