Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melalui KUA Kecamatan Medan Barat terus memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui kegiatan bimbingan penyuluhan kepada majelis taklim. Salah satunya dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, saat memberikan bimbingan kepada jamaah MT. Al Halimah yang merupakan salah satu Majelis Binaan, Selasa (29/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Abdullah Hakim mengangkat materi “5 Amalan yang Menyelamatkan Manusia dari Siksa Kubur” sebagai penguatan pemahaman jamaah tentang pentingnya mempersiapkan bekal kehidupan akhirat melalui ibadah dan amal saleh. Pembinaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Kemenag Medan dalam menghadirkan edukasi keagamaan yang aplikatif dan mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, H. Abdullah Hakim mengajak jamaah untuk mempersiapkan bekal kehidupan akhirat melalui amalan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menjaga shalat, memperbanyak sedekah dan amal kebaikan, serta membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. “Bekal untuk kehidupan akhirat perlu dipersiapkan sejak sekarang dengan menjaga shalat, memperbanyak amal kebaikan, membaca serta mengamalkan Al-Qur’an, dan memperkuat ketakwaan,” ujar Abdullah Hakim. Menurutnya, kebiasaan beramal dan meningkatkan ketakwaan perlu dibangun sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.
Selain itu, jamaah juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperkuat ketakwaan serta memperbanyak doa sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT. Abdullah Hakim mengingatkan bahwa kehidupan dunia merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal yang dapat menjadi bekal ketika menghadapi kehidupan akhirat. “Kita hendaknya senantiasa berdoa memohon perlindungan Allah SWT dari azab dan fitnah kubur, sekaligus berusaha memperbanyak amal saleh selama masih diberikan kesempatan hidup,” ungkapnya. Ia juga mengajak jamaah untuk tidak hanya memahami pesan keagamaan, tetapi berupaya menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, bimbingan penyuluhan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif sehingga jamaah dapat mengikuti pembahasan mengenai amalan yang menjadi bekal menghadapi kehidupan akhirat. Senada dengan hal itu, kegiatan pembinaan majelis taklim menjadi salah satu ruang bagi Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Majelis taklim menjadi ruang yang baik untuk saling mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan, sehingga materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan jamaah,” kata Abdullah Hakim.
Abdullah Hakim menyampaikan bahwa pembinaan kepada jamaah tidak hanya diarahkan pada pemahaman materi keagamaan, tetapi juga diharapkan dapat mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak perbuatan yang bernilai kebaikan. “Jangan sampai ilmu yang kita dapat hanya berhenti pada pemahaman, tetapi mari kita wujudkan dalam bentuk amal dan perubahan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Selain itu, ia berharap jamaah dapat terus menjaga semangat dalam mengikuti pembinaan dan menjadikan nasihat keagamaan sebagai pengingat untuk senantiasa memperbaiki diri.
Melalui bimbingan tersebut, jamaah MT. Al Halimah diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peran Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam memberikan edukasi dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat. Selain itu, pembinaan secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di tengah jamaah. Dengan demikian, kegiatan majelis taklim tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga menjadi sarana membangun kebiasaan beribadah dan beramal sebagai bekal kehidupan akhirat.

