Medan (Humas) – Di tengah perjuangan pasien penyakit ginjal menjalani proses pengobatan yang panjang, kehadiran pendampingan rohani menjadi sumber penguatan yang tidak kalah penting dari pelayanan medis. Melalui doa, penghiburan, dan penguatan iman, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan memberikan pelayanan kepada pasien di Rumah Sakit Rasyida, Jalan Jenderal D.I. Panjaitan No. 144, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (2/7/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat yang sedang menghadapi pergumulan hidup.
Pelayanan tersebut dipimpin oleh Rudi Nainggolan, S.Th bersama tim penyuluh yang terdiri atas Remulus Situmorang, Daniel Malau, Ganda Malau, dan Novina dari Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan. Dalam kegiatan ini, para penyuluh mendampingi pasien melalui doa bersama, pemberian penguatan rohani, serta menghadirkan semangat agar mereka tetap memiliki pengharapan dan keteguhan iman selama menjalani proses pengobatan.
Rudi Nainggolan menjelaskan bahwa sebagian besar pasien yang didampingi berasal dari luar Kota Medan dan telah lama menjalani cuci darah akibat penyakit ginjal yang diderita. Kondisi tersebut tidak hanya menguras tenaga dan waktu, tetapi juga sering kali memengaruhi kondisi psikologis maupun spiritual pasien.
“Banyak pasien yang kami layani berasal dari luar kota dan telah menjalani cuci darah dalam waktu yang cukup lama. Ada yang harus menjalani tindakan beberapa kali dalam sebulan dan tidak mengetahui kapan kesembuhan akan mereka peroleh. Karena itu, kehadiran kami bukan hanya untuk mendoakan, tetapi juga menguatkan hati mereka agar tetap memiliki pengharapan, percaya kepada penyertaan Tuhan, dan tidak kehilangan semangat dalam menjalani proses pengobatan,” ujar Rudi Nainggolan.
Ia menambahkan bahwa pelayanan rohani di rumah sakit menjadi bagian penting dalam mendampingi pasien menghadapi pergumulan hidup. Menurutnya, doa, perhatian, dan kehadiran yang tulus mampu memberikan ketenangan batin sehingga pasien merasa dikuatkan dan tidak menghadapi perjuangan mereka seorang diri.
Melalui pelayanan penguatan iman ini, penyuluh agama Kmeneag Medan terus menghadirkan layanan keagamaan yang menjangkau masyarakat di berbagai ruang kehidupan, termasuk fasilitas kesehatan. Diharapkan, pendampingan rohani yang diberikan dapat menumbuhkan optimisme, memperkuat keteguhan iman, serta menjadi sumber penghiburan bagi pasien dan keluarga dalam menjalani setiap tahapan proses pemulihan.

