Medan (Humas) – Kisah Daud di Gua Adulam menjadi pesan utama dalam pembinaan rohani yang disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar Butar, M.Pd, kepada anak-anak Panti Asuhan Ebennaezer pada Kamis (16/7). Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa setiap tantangan hidup merupakan bagian dari proses Tuhan membentuk iman dan karakter seseorang. Pembinaan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ibadah dipandu oleh Basaria Sitorus selaku pembawa acara yang mengarahkan seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Doa berkat dipimpin oleh Dr. Saronisa Ginting sebagai bentuk ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan pembinaan rohani tersebut. Pada kesempatan itu, Verawati Butar Butar menyampaikan khotbah berdasarkan 1 Samuel 22:1–5 dengan mengangkat kisah Daud di Gua Adulam sebagai teladan keteguhan iman di tengah tekanan dan pergumulan hidup. Firman Tuhan disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh anak-anak yang mengikuti kegiatan.
Dalam khotbahnya, Verawati menjelaskan bahwa Gua Adulam bukan sekadar tempat persembunyian Daud, tetapi menjadi tempat Tuhan membentuk karakter, memperkuat iman, dan mempersiapkan Daud menjadi seorang pemimpin. Ia menegaskan bahwa setiap proses kehidupan yang dijalani dengan kesetiaan kepada Tuhan akan menghasilkan pribadi yang semakin dewasa dan kuat. Melalui kisah tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa setiap kesulitan yang dihadapi dapat menjadi proses pembentukan diri apabila dijalani dengan tetap mengandalkan Tuhan. Mereka juga didorong untuk tidak mudah putus asa ketika menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan rohani ini, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan, pengharapan, dan ketangguhan kepada generasi muda. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan yang bertujuan membangun karakter anak melalui pendekatan keagamaan. Pembinaan ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang tetap teguh dalam iman, memiliki karakter yang baik, serta mampu menjadi terang dan berkat bagi sesama.
“Kisah Daud di Gua Adulam mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya dalam masa-masa sulit. Justru di tengah tantangan, Tuhan sedang membentuk iman, karakter, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, saya mengajak anak-anak untuk tetap teguh dalam iman, tidak mudah menyerah, dan terus berharap kepada Tuhan dalam setiap keadaan,” ujar Verawati Butar Butar, M.Pd.
Ia berharap melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, anak-anak Panti Asuhan Ebennaezer semakin bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki iman yang kokoh, berkarakter mulia, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh keyakinan kepada Tuhan. Menurutnya, pembinaan yang rutin akan memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual maupun moral anak-anak. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan.
Kegiatan ditutup dengan doa berkat yang dipimpin oleh Dr. Saronisa Ginting sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon penyertaan Tuhan agar setiap peserta mampu mengamalkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh hikmat, dan mendapat antusiasme dari seluruh peserta. Diharapkan nilai-nilai keteguhan iman yang diperoleh melalui pembinaan ini dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

