Medan (Humas). Dalam rangka mempersiapkan peserta Calon Komuni Pertama (Cakomtama) pada acara penerimaan Komuni Pertama yang akan diadakan pada Minggu, 7 Juni 2026, Roni Sitanggang sebagai penyuluh agama Katolik hadir memberi pembekalan kepada Cakomtama Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal.
Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan di aula Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang terletak di Jalan Abadi Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan pada Rabu, (29/9/2026)
Dalam penyuluhannya, Roni menyampaikan materi tentang Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya yang terdapat dalam Lukas 22 : 15 – 20.
Berdasarkan teks Lukas tersebut, penyuluh menyampaikan tentang konsep makan bersama seperti yang dilakukan oleh Yesus bersama para murid saat malam perjamuan terakhir. Kisah inilah yang menjadi dasar Perayaan Sakramen Ekaristi yang dirayakan oleh Gereja Katolik.
Penyuluh juga mengajak Cakomtama agar mereka menyadari dan mengimani kehadiran Yesus dalam setiap perayaan Sakramen Ekaristi. Dan sesungguhnya, ketika Cakomtama menerima Hosti dalam perayaan Sakramen Ekaristi, sesungguhnya Yesus sudah bersatu dalam diri mereka yang menerima tubuh Kristus dalam rupa hosti.
Jamian Situmorang mengucapkan terima kasih atas kehadiran penyuluh agama Katolik dalam kegiatan persiapan Cakomtama tersebut. Beliau berharap melalui kegiatan pembekalan tersebut, para Cakomtama dapat mempersiapkan diri untuk menyambut dan bersatu dengan Kristus pada saat menerima Komuni.
Selain itu, penyuluh juga menekankan pentingnya sikap batin yang layak dalam menyambut Komuni Pertama, seperti kerendahan hati, pertobatan, serta kerinduan yang tulus untuk semakin dekat dengan Kristus. Para peserta diajak untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara pengetahuan, tetapi juga melalui doa, pengakuan dosa, serta membangun kebiasaan hidup yang mencerminkan kasih dan ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerimaan Komuni Pertama bukan sekadar seremoni, melainkan pengalaman iman yang mendalam.
Dalam suasana penuh perhatian dan antusias, para Cakomtama juga diberi kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman iman mereka. Hal ini membuat kegiatan pembekalan menjadi lebih interaktif dan membantu peserta memahami makna Ekaristi secara lebih konkret. Penyuluh berharap, melalui pendekatan ini, anak-anak semakin mencintai Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan iman mereka.
Sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (Lukas 22:19). Kutipan ini menegaskan bahwa Ekaristi adalah peringatan akan kasih pengorbanan Yesus yang terus hidup dan hadir dalam Gereja hingga saat ini.
Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para calon penerima Komuni Pertama agar memahami makna sakramen secara utuh. Diharapkan para Cakomtama tidak hanya siap secara lahiriah, tetapi juga secara batiniah untuk menyambut kehadiran Kristus dalam hidup mereka, sehingga mampu bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, penuh kasih, dan setia dalam kehidupan menggereja.(RAS/PAI).

