Penyuluh KUA Medan Sunggal Bina Warga Korban Penyalahgunaan NAPZA Kiki Alam Jaya

Medan Sunggal (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan pendampingan dan pembinaan keagamaan kepada warga binaan korban penyalahgunaan NAPZA di Rumah Terapi Kiki Alam Jaya, Jalan Seroja Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kota Medan, pada Senin, 2 November 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada warga binaan yang beragama Islam, sementara warga binaan yang beragama lain juga mendapatkan pembinaan sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Seluruh kegiatan berlangsung di satu tempat dengan suasana ruang terbuka yang asri dan alami sehingga menciptakan kenyamanan bagi peserta dalam mengikuti bimbingan.

Dalam mengawali kegiatan, Paidi mengajak seluruh warga binaan untuk bersama-sama melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beberapa shalawat yang dibacakan di antaranya Shalawat Jibril, Shalawat Badar, dan Shalawat Nariyah. Lantunan shalawat tersebut menghadirkan suasana khidmat, tenang, dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan semakin nyaman serta memiliki semangat untuk mengikuti pembinaan rohani sebagai bagian dari proses pemulihan diri.

Selanjutnya, Paidi menyampaikan materi tentang hakikat kehidupan manusia yang tidak pernah terlepas dari ujian dan cobaan. Menurutnya, setiap manusia pasti menghadapi berbagai persoalan dalam perjalanan hidup. Namun, sebagai hamba Allah SWT, manusia harus mampu menghadapi setiap ujian dengan keimanan, kesabaran, dan ketakwaan. Ia menjelaskan bahwa seseorang yang mampu melewati ujian dengan baik akan mendapatkan pelajaran berharga, bahkan Allah SWT dapat mengangkat derajatnya melalui kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Paidi juga mengingatkan bahwa seseorang yang tidak mampu mengambil hikmah dari setiap permasalahan akan cenderung terjebak dalam kesulitan yang berkepanjangan. Oleh karena itu, ia mengajak warga binaan untuk menjadikan sabar dan salat sebagai kekuatan dalam menghadapi persoalan kehidupan. “Ada dua hal yang harus kita lakukan ketika menghadapi ujian, yaitu bersabar dan melaksanakan salat. Jadikan sabar dan salat sebagai penolong dalam hidup kita,” ujar Paidi dalam bimbingannya.

Lebih lanjut, Paidi menekankan pentingnya bertobat dan menyesali setiap kesalahan yang pernah dilakukan. Ia mengajak warga binaan untuk memperbanyak istigfar dengan mengucapkan Astaghfirullahaladzim, memohon ampun kepada Allah SWT, serta berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Selain itu, warga binaan juga didorong untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif, seperti beribadah, berdoa, berzikir, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, perubahan hidup harus dimulai dari kesadaran diri dan tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Paidi selaku Penyuluh Agama Islam yang terus menunjukkan semangat dan kepedulian dalam mendampingi warga binaan korban penyalahgunaan NAPZA. Ia menegaskan bahwa warga binaan membutuhkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan, bukan justru dijauhi oleh masyarakat. “Mereka tidak boleh kita lepaskan begitu saja, tetapi harus terus kita dampingi untuk memberikan pencerahan keagamaan, motivasi, serta semangat agar mereka dapat pulih dari ketergantungan narkoba,” ungkap Agus Salim.

Kegiatan pembinaan keagamaan di Rumah Terapi Kiki Alam Jaya merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal dalam memberikan pendampingan spiritual kepada warga binaan korban penyalahgunaan NAPZA. Melalui lantunan shalawat, nasihat keagamaan, penguatan kesabaran, serta ajakan untuk bertobat dan meningkatkan ibadah, diharapkan para warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, meninggalkan masa lalu yang kelam, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Kehadiran penyuluh agama diharapkan menjadi sumber kekuatan rohani dan semangat bagi mereka dalam menjalani proses pemulihan menuju kehidupan yang sehat, mandiri, dan lebih dekat kepada Allah SWT.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *