Penyuluh KUA Medan Sunggal Paparkan Metodologi Dakwah yang Efektif di Pesantren Darus Syifa

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan bimbingan kepada para santri Pesantren Darus Syifa yang beralamat di Jalan Sei Mencirim, Gg. Pisang, Nomor 14, Sunggal, pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali para santri agar tidak hanya mampu menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan berdakwah, berceramah, dan berkhutbah secara baik ketika terjun di tengah masyarakat.
Pesantren Darus Syifa dikenal sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan para penghafal Al-Qur’an.

Dalam perkembangannya, pimpinan pesantren, Abuya Aidil Akhyar, juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan kemampuan retorika dakwah bagi para santri. Menurutnya, seorang hafiz Al-Qur’an harus mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan bahasa yang baik, santun, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Abuya Aidil Akhyar menyampaikan bahwa kemampuan berdakwah merupakan bekal penting bagi para santri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. “Bukan hanya kita bisa menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi ketika nanti terjun di tengah masyarakat kita juga harus hebat dalam menyampaikan dakwah, khutbah, dan ceramah,” ujarnya.

Dalam materinya, Paidi, memaparkan metodologi dakwah yang efektif. Ia menjelaskan bahwa ceramah yang baik harus memiliki tiga unsur utama, yaitu pembukaan yang menarik, isi atau materi yang berbobot, serta penutup yang berisi kesimpulan dan ajakan kepada kebaikan. Menurutnya, susunan yang sistematis akan membuat pesan dakwah lebih mudah dipahami dan diingat oleh jamaah.

Selain itu, Paidi juga mengajak para santri untuk memperindah penyampaian dakwah dengan sentuhan seni yang tetap bernilai Islami. “Agar dakwah memiliki seni yang menghibur, hiasilah penyampaian dengan pantun, shalawat, atau lagu-lagu Islami yang sesuai. Dengan demikian, jamaah akan lebih antusias mendengarkan dan pesan dakwah dapat tersampaikan dengan baik,” ungkapnya.

Sebagai alumni Dai Muda Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) Jakarta Tahun 2005, Paidi turut memperagakan teknik ceramah yang komunikatif, menarik, dan mampu membangun interaksi positif dengan jamaah.
Kegiatan bimbingan ini mendapat sambutan antusias dari para santri yang mengikuti materi dengan penuh semangat. Diharapkan melalui pembinaan tersebut, para santri Pesantren Darus Syifa tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang unggul, tetapi juga menjadi dai yang memiliki kemampuan retorika, metode penyampaian, dan akhlak mulia dalam menyebarkan syiar Islam di tengah masyarakat.

Melalui pembekalan metodologi dakwah yang efektif, KUA Medan Sunggal terus berupaya mencetak generasi dai yang tidak hanya kuat dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga cakap dalam menyampaikan pesan-pesan Islam secara bijaksana, komunikatif, dan menyentuh hati masyarakat.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *