Perkuat Spiritualitas Aparatur, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Hadirkan Pembinaan Rohani di Bapas Tanjung Gusta

Medan (Humas) — Upaya memperkuat spiritualitas dan mental aparatur terus dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dalam semangat tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pembinaan rohani bagi pegawai Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan di Tanjung Gusta, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung bersama Kepala Bapas, Kriston Napitupulu, beserta jajaran pegawai tersebut dikemas dalam ibadah bersama yang bertujuan menumbuhkan semangat pengabdian, memperkuat integritas, serta membangun ketahanan mental dan spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan.

Pembinaan rohani dipimpin oleh Rudi Nainggolan, S.Th., bersama Pdt. Daniel Malau, M.Th., Remulus Situmorang, S.Th., dan Windu Manik, S.Th. Pada kesempatan itu disampaikan firman Tuhan dari Yohanes 14:1, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku,” sebagai penguatan bagi para pegawai dalam menghadapi berbagai tantangan tugas dan tanggung jawab.

Rudi Nainggolan menyampaikan bahwa penguatan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk aparatur yang berintegritas dan memiliki semangat melayani. Menurutnya, kualitas pelayanan yang baik berawal dari ketangguhan mental dan spiritual para pelaksana tugas di lapangan.

“Spiritualitas yang baik akan melahirkan semangat kerja yang positif. Ketika seseorang memiliki kedekatan dengan Tuhan, ia akan lebih mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan dedikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Daniel Malau menegaskan bahwa nilai-nilai keimanan dapat menjadi fondasi dalam membangun ketenangan dan keteguhan dalam bekerja. Ia mengingatkan bahwa tantangan pekerjaan akan lebih mudah dihadapi ketika seseorang memiliki keyakinan dan pengharapan yang kuat kepada Tuhan.

“Firman Tuhan mengajarkan agar kita tidak hidup dalam kegelisahan. Kepercayaan kepada Tuhan akan memberikan kekuatan dan ketenangan sehingga setiap tugas yang diemban dapat dijalankan dengan lebih baik dan penuh pengharapan,” katanya.

Remulus Situmorang menambahkan bahwa pembinaan rohani merupakan bagian dari upaya membangun karakter aparatur yang profesional dan humanis. Ia menilai pembentukan karakter yang baik harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas pelayanan.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya membutuhkan kompetensi, tetapi juga karakter yang kuat. Karena itu, pembinaan spiritual menjadi salah satu sarana untuk membentuk pribadi yang disiplin, peduli, dan memiliki integritas dalam bekerja,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Windu Manik yang mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga semangat pengabdian serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ia berharap penguatan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan dapat semakin memperkokoh etos kerja dan kebersamaan di lingkungan kerja.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan penguatan bagi seluruh pegawai agar tetap bersemangat dalam melayani, bekerja secara profesional, serta menjadikan iman sebagai landasan dalam setiap pengambilan keputusan,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan mendapat sambutan positif dari para pegawai Bapas. Selain menjadi sarana pembinaan keagamaan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Kementerian Agama Kota Medan dengan berbagai instansi dalam menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat dan aparatur.

Penguatan spiritualitas aparatur diharapkan terus menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *