Medan (Humas) — Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Medan menggelar sosialisasi Education Management Information System (EMIS) bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kota Medan di Yayasan Islam Nur Fadilah Kota Medan, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan melalui data yang akurat, valid, dan terintegrasi. Sosialisasi ini diikuti oleh 429 MDTA se-Kota Medan sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat tata kelola pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kemenag Kota Medan, H. Ahmad Faisal Nst, S.Ag., M.HI, serta Ketua DPC FKDT Kota Medan, Bardansyah Nst, S.HI., S.Pd.I., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan dan pembaruan data melalui sistem EMIS. Data pendidikan yang dikelola secara baik menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan program, serta evaluasi kebijakan pendidikan keagamaan. Karena itu, setiap MDTA diharapkan dapat memastikan data yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan dokumen yang dimiliki lembaga. “Data yang akurat dan valid sangat penting karena menjadi bagian dari dasar dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. Karena itu, mari kita bersama-sama memastikan data MDTA yang disampaikan melalui EMIS benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar H. Ahmad Faisal.

Ahmad Faisal juga menekankan bahwa pengelolaan data tidak semata-mata menjadi tugas operator, tetapi membutuhkan perhatian dan tanggung jawab dari seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Menurutnya, ketepatan data akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi MDTA di Kota Medan, baik dari sisi lembaga, peserta didik, tenaga pendidik, maupun berbagai aspek pendukung lainnya. “Kita ingin data yang masuk ke dalam sistem benar-benar menggambarkan kondisi riil MDTA di lapangan. Dengan data yang baik, pembinaan dan pelayanan kepada lembaga pendidikan juga dapat dilakukan dengan lebih tepat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kota Medan, Bardansyah Nst, mengatakan sosialisasi EMIS menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas pengelola MDTA dalam memahami tata kelola data pendidikan. Ia mengajak seluruh MDTA untuk mengikuti proses pendataan dengan serius dan melakukan pembaruan apabila terdapat perubahan informasi di lembaga masing-masing. “Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh MDTA dapat semakin memahami pentingnya data yang akurat, valid, dan terintegrasi. Data bukan hanya kebutuhan administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam kemajuan tata kelola pendidikan MDTA di Kota Medan,” ujar Bardansyah.

Lebih lanjut, Bardansyah menyampaikan bahwa keberadaan 429 MDTA di Kota Medan merupakan potensi besar dalam mendukung pendidikan keagamaan bagi generasi muda. Karena itu, diperlukan pengelolaan administrasi dan data yang tertib agar perkembangan lembaga dapat terpetakan dengan baik. Ia berharap seluruh pengelola MDTA dapat menjadikan sosialisasi tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperbaiki kualitas pendataan di masing-masing lembaga. “Kita memiliki 429 MDTA yang tersebar di Kota Medan. Potensi ini harus didukung dengan tata kelola yang baik, termasuk pengelolaan data, sehingga perkembangan pendidikan diniyah dapat terus kita dorong secara bersama-sama,” ungkapnya.
Sosialisasi tersebut juga menjadi ruang untuk membangun koordinasi dan komunikasi antara FKDT Kota Medan, Kementerian Agama Kota Medan, dan para pengelola MDTA. Melalui koordinasi yang baik, berbagai kendala dalam proses pendataan dapat dibahas bersama sehingga pengelolaan EMIS dapat berjalan lebih efektif. Para peserta juga diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan data di lembaga masing-masing secara berkelanjutan. Dengan demikian, proses pendataan tidak hanya dilakukan ketika ada kebutuhan tertentu, tetapi menjadi bagian dari budaya tertib administrasi di lingkungan MDTA.

Kegiatan sosialisasi EMIS MDTA se-Kota Medan tersebut berlangsung dengan baik dan diikuti oleh para peserta dengan penuh perhatian. Kehadiran 429 MDTA menunjukkan besarnya komitmen lembaga pendidikan diniyah dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola data pendidikan. Melalui data yang akurat, valid, dan terintegrasi, diharapkan kondisi serta perkembangan MDTA di Kota Medan dapat tergambar secara lebih utuh sehingga mendukung proses pembinaan dan pengembangan pendidikan keagamaan.
Melalui kegiatan ini, FKDT Kota Medan bersama Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong penguatan tata kelola MDTA melalui pendataan yang tertib dan berkelanjutan. EMIS diharapkan tidak hanya dipahami sebagai sistem administrasi, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam menyediakan data pendidikan yang dapat menjadi dasar bagi peningkatan kualitas layanan dan pembinaan lembaga. Sinergi antara FKDT, Kemenag, dan seluruh MDTA di Kota Medan menjadi bagian penting untuk mewujudkan pengelolaan pendidikan diniyah yang semakin profesional, tertib, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

