Persiapkan Bekal Akhirat, Penyuluh Kemenag Medan Ajak Jamaah Raih Kemudahan Hisab di Hari Kiamat

Medan (Humas) – Upaya meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat untuk mempersiapkan kehidupan akhirat terus dilakukan Kementerian Agama Kota Medan melalui berbagai program pembinaan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai bersama Majelis Taklim Jannatul ‘Alim Al-Muttaqin di kediaman Ibu Elok Asni Caniago, Jalan Rawa Cangkuk III, Gang Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Medan Denai, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri para jamaah majelis taklim yang secara rutin mengikuti pembinaan keagamaan. Selain menjadi sarana memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Ketua Majelis Taklim Jannatul ‘Alim Al-Muttaqin, Hj. Maratus Sholihah, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen para penyuluh agama yang secara konsisten memberikan pembinaan kepada masyarakat.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan pembinaan yang terus diberikan oleh para penyuluh agama. Kehadiran mereka memberikan motivasi bagi jamaah untuk terus belajar, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperdalam pemahaman agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan materi bertema “Orang-Orang yang Dimudahkan Hisabnya pada Hari Kiamat.” Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bagi umat Islam agar tidak hanya fokus pada kehidupan dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Dalam tausiyahnya, Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa hari kiamat merupakan hari pertanggungjawaban seluruh amal manusia. Namun Allah SWT menjanjikan kemudahan hisab bagi hamba-hamba yang beriman, bertakwa, serta senantiasa berusaha memperbaiki diri selama hidup di dunia.

Ia menjelaskan bahwa di antara golongan yang berpeluang memperoleh kemudahan hisab adalah mereka yang menjaga ketakwaan, gemar bersedekah, suka membantu sesama, menutupi aib saudaranya, memperbanyak istighfar dan taubat, menjaga kemurnian tauhid, serta rajin melakukan muhasabah terhadap amal perbuatannya.

“Kemudahan hisab tidak ditentukan oleh banyaknya harta, tingginya jabatan, atau kemasyhuran seseorang di dunia. Kemudahan itu lahir dari keimanan yang kuat, ketakwaan yang terjaga, keikhlasan dalam beramal, dan rahmat Allah SWT. Karena itu, setiap muslim harus mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk menjadikan setiap kesempatan hidup sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kehidupan akhirat merupakan tujuan yang sesungguhnya.

“Jangan menunggu usia lanjut untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Selama masih diberi kesempatan hidup, mari kita manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk beribadah, berbuat kebaikan, dan menyiapkan bekal menuju hari ketika seluruh amal akan diperhitungkan,” pesannya.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para jamaah. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi dialog dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan seputar cara menjaga konsistensi ibadah, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat.

Salah seorang jamaah, Ibu Syamsiah, mengaku sangat tersentuh dengan materi yang disampaikan karena relevan dengan kondisi jamaah yang sebagian besar telah memasuki usia lanjut.

“Kajian ini sangat menyentuh hati dan menjadi pengingat bagi kami. Materi yang disampaikan membuat kami semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar, memohon keberkahan ilmu, kesehatan, serta kemudahan bagi seluruh jamaah dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Bimluh Keluarga Sakinah ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap kesadaran masyarakat untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kualitas ibadah terus tumbuh. Selain itu, majelis taklim diharapkan semakin berperan sebagai pusat pembinaan umat dalam mewujudkan keluarga sakinah, masyarakat religius, serta kehidupan yang harmonis dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *