Medan (Humas) – Tinggal di dalam Tuhan menjadi dasar bagi setiap umat untuk bertumbuh dalam iman, menghasilkan buah kehidupan, dan menjadi berkat bagi sesama. Pesan tersebut disampaikan Sadar Kurnia Harefa, S.Th., dalam pembinaan rohani Kristen di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris, Jalan Samanhudi No. 20, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Senin (21/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan Firman Tuhan berdasarkan Yohanes 15:4-6 dengan tema “Tinggallah di Dalam Dia, Bertumbuh dan Berbuah Kemudian Menjadi Berkat”. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan iman bagi umat Kristen agar senantiasa mengandalkan Tuhan dalam menjalani kehidupan.
Sadar Kurnia Harefa menjelaskan bahwa perikop Yohanes 15:4-6 mengajarkan pentingnya hubungan yang erat antara manusia dengan Tuhan. Menurutnya, kehidupan orang percaya akan memiliki kekuatan untuk bertumbuh dan menghasilkan buah apabila senantiasa melekat serta tinggal di dalam Tuhan. “Tinggallah di dalam Dia, karena ketika kita tinggal di dalam Tuhan, kita akan memperoleh kekuatan untuk bertumbuh, berbuah, dan menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kedekatan dengan Tuhan perlu diwujudkan melalui kehidupan yang berlandaskan iman dan ketaatan terhadap firman-Nya.
Selain itu, pertumbuhan iman tidak terjadi secara instan, melainkan membutuhkan proses yang terus dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Sadar Kurnia Harefa mengajak umat untuk membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa, ibadah, membaca firman, serta menerapkan ajaran-Nya dalam kehidupan. “Kita tidak hanya dipanggil untuk mengetahui firman Tuhan, tetapi juga untuk hidup di dalamnya sehingga kehidupan kita benar-benar menghasilkan buah,” katanya. Buah tersebut dapat terlihat melalui sikap, perkataan, dan perbuatan yang mencerminkan kasih Tuhan kepada sesama.
Sementara itu, menjadi berkat bagi orang lain merupakan salah satu wujud nyata dari kehidupan yang telah mengalami pertumbuhan iman. Sadar Kurnia Harefa mengingatkan bahwa kesempatan untuk menjadi berkat dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan ketulusan. “Menjadi berkat tidak selalu harus melalui sesuatu yang besar, tetapi bisa dimulai dari kepedulian, perhatian, perkataan yang menguatkan, dan tindakan sederhana kepada orang lain,” tuturnya. Senada dengan hal itu, kehidupan yang melekat kepada Tuhan diharapkan mampu menghadirkan kasih dan pengharapan bagi lingkungan di sekitarnya.
Pesan firman tersebut juga mengajak umat untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan. Ketika seseorang terus tinggal di dalam Tuhan, proses pertumbuhan iman akan membentuk karakter dan sikap yang semakin mencerminkan nilai-nilai kasih. Selain itu, buah kehidupan yang dihasilkan tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat dirasakan oleh keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat. Dengan demikian, iman yang bertumbuh dapat diwujudkan melalui kehidupan yang membawa kebaikan dan penguatan bagi sesama.
Kegiatan pembinaan rohani berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan memberikan kesempatan kepada umat untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan Tuhan. Melalui firman Tuhan dari Yohanes 15:4-6, umat diingatkan untuk senantiasa tinggal di dalam Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan. Penghayatan terhadap tema tersebut diharapkan mendorong umat untuk terus bertumbuh dalam iman, menghasilkan buah kebaikan, serta menjadi berkat di tengah keluarga dan masyarakat. Pembinaan rohani ini juga diharapkan dapat memperkuat kehidupan spiritual umat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

