Sabar dan Salat Jadi Penguat, Pesan Penyuluh KUA Medan Sunggal kepada Korban NAPZA LRPPN

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan bimbingan kerohanian (Bimroh) kepada warga binaan korban penyalahgunaan NAPZA di LRPPN Medan, Jalan Budi Luhur Gang PTP Nomor 8, Kelurahan Sei Sikambing C I, Kota Medan, Kamis (24/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Paidi menyampaikan materi tentang pentingnya sabar dan salat sebagai penguat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Bimbingan kerohanian diawali dengan salat Zuhur berjamaah yang diikuti oleh warga binaan umat Islam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan untuk memberikan penguatan spiritual sekaligus mengajak warga binaan mendekatkan diri kepada Allah SWT selama menjalani proses pemulihan dari ketergantungan NAPZA.

Paidi menyampaikan bahwa sabar dan salat merupakan dua hal penting yang dapat menjadi sarana memohon pertolongan kepada Allah SWT ketika seseorang menghadapi persoalan dan ujian hidup. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 153, “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” “Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam menghadapi berbagai persoalan, seorang muslim hendaknya senantiasa memohon pertolongan Allah dengan sabar dan salat,” ujar Paidi.

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan kemampuan menahan diri dari keluh kesah, keputusasaan, dan amarah ketika menghadapi masalah. Menurutnya, kesabaran dapat membantu seseorang menjaga keteguhan hati dan ketenangan dalam menerima ketetapan Allah SWT sembari terus berusaha memperbaiki diri.
“Salat merupakan tempat mengadu yang paling tenang untuk memohon kekuatan langsung kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga selalu mendirikan salat ketika menghadapi persoalan berat. Karena itu, jangan meninggalkan salat dalam kondisi apa pun, sebab melalui salat kita dapat mendekatkan diri kepada Allah dan memohon kekuatan dalam menjalani proses kehidupan,” tambah Paidi.

Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., terus memberikan motivasi kepada para penyuluh agama agar tetap aktif melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk warga binaan korban penyalahgunaan NAPZA. “Mereka membutuhkan pendampingan, membutuhkan siraman agama untuk meningkatkan keimanan, serta membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan dari ketergantungan,” ujar Agus Salim.

Bimbingan kerohanian tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual kepada warga binaan LRPPN sehingga mereka memiliki keteguhan hati, meningkatkan keimanan, serta terus berusaha menjalani proses pemulihan dengan sabar dan penuh harapan. Melalui salat dan kesabaran, warga binaan diharapkan mampu membangun kembali semangat untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan yang lebih baik.( Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *