Medan (Humas) – Upaya memperkuat kesadaran spiritual dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Denai melalui program Safari Subuh. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman, Jalan Jermal 10, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Ahad (07/06/2026), dengan mengangkat tema “Hisablah Dirimu Sebelum Engkau Dihisab.”
Kegiatan yang berlangsung usai salat Subuh berjamaah tersebut dihadiri oleh jamaah kaum bapak dan ibu yang tampak antusias mengikuti rangkaian pembinaan hingga selesai. Suasana pagi yang sejuk dan teduh menambah kekhusyukan para jamaah dalam menyimak tausiah yang disampaikan.
Acara diawali oleh protokol H. Hadi yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh keakraban. Selanjutnya, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Ar-Rahman, H. Zulfan Matondang, menyampaikan apresiasi atas konsistensi para penyuluh agama dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat melalui kegiatan Safari Subuh.
“Kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran para penyuluh agama yang terus memberikan pencerahan dan pembinaan kepada jamaah. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman agama sekaligus memperkuat semangat beribadah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi utama, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman menyampaikan tausiah yang mengajak jamaah untuk senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat.
Dalam pemaparannya, ia mengulas kandungan Surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan orang-orang beriman agar memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk kehidupan esok, yakni kehidupan setelah kematian.
“Allah SWT mengingatkan kita agar tidak terlena dengan urusan dunia semata. Setiap muslim harus senantiasa mengevaluasi dirinya, memperbaiki kekurangan, dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal untuk menghadapi hari ketika seluruh amal akan diperhitungkan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa muhasabah merupakan salah satu ciri orang yang beriman dan memiliki kesadaran akan tanggung jawab hidupnya di hadapan Allah SWT. Dengan melakukan evaluasi diri secara rutin, seseorang akan lebih mudah memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitas ibadahnya.
Dalam tausiahnya, Ustaz Khoiruz juga mengutip nasihat Sayyidina Umar bin Khattab ra. yang terkenal, “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amalmu sebelum amalmu ditimbang.” Menurutnya, nasihat tersebut mengajarkan pentingnya menjadi pengawas bagi diri sendiri sebelum datangnya hari pembalasan.
“Orang yang cerdas bukanlah mereka yang hanya memikirkan kesuksesan dunia, tetapi mereka yang mampu mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Setiap hari hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri, apakah hari ini lebih baik dari kemarin atau justru sebaliknya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga mengangkat pandangan Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah yang menyebutkan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Sebaliknya, mereka yang tidak mengalami peningkatan dalam amal dan ibadah termasuk golongan yang merugi.
“Usia yang Allah berikan merupakan amanah yang sangat berharga. Karena itu, manfaatkan setiap waktu untuk memperbaiki akhlak, menjaga salat, mempererat silaturahmi, memperbanyak sedekah, dan menebar manfaat bagi sesama. Itulah investasi terbaik yang akan kita bawa menghadap Allah SWT,” tambahnya.
Materi yang disampaikan mendapat perhatian serius dari jamaah. Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti sesi dialog interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari cara menjaga konsistensi ibadah hingga langkah-langkah praktis melakukan muhasabah dalam kehidupan sehari-hari.
Salah seorang jamaah, Hj. Rodiah, mengaku sangat tersentuh dengan materi yang disampaikan. Menurutnya, tausiah tersebut menjadi pengingat yang kuat untuk terus memperbaiki diri.
“Materi ini sangat menyentuh hati dan membuat kami kembali merenungkan perjalanan hidup yang telah dilalui. Kami menjadi lebih termotivasi untuk memperbaiki ibadah, menjaga amal, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat,” tuturnya.
Kegiatan Safari Subuh kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar, S.H.I., memohon keberkahan umur, kesehatan, keteguhan iman, serta kemampuan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Sebagai wujud ukhuwah Islamiyah, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama antara penyuluh dan jamaah. Suasana penuh keakraban yang terjalin menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Safari Subuh ini, PAI KUA Kecamatan Medan Denai terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyejukkan, mencerahkan, dan membangun kesadaran spiritual masyarakat agar senantiasa bermuhasabah serta mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat yang kekal.

