Supervisi Pendidikan Agama Kristen di Methodist 5 Perkuat Pembinaan dan Akurasi Data Keagamaan

Medan (Humas) — Dalam upaya memperkuat pembinaan pendidikan agama Kristen serta memastikan akurasi data pendidikan keagamaan di sekolah, Pengawas Pendidikan Agama Kristen (PAK) tingkat menengah Kementerian Agama Kota Medan, Pasti Erika Siregar, melaksanakan supervisi data guru agama Kristen dan peserta didik beragama Kristen di SMP Swasta Methodist 5 dan SMA Swasta Methodist 5 Medan Barat, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan supervisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas pengawasan dan pembinaan untuk mengetahui jumlah guru Pendidikan Agama Kristen serta peserta didik beragama Kristen secara akurat. Selain itu, supervisi juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran agama Kristen di lingkungan sekolah agar berjalan sesuai ketentuan dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Kepala SMA Swasta Methodist 5, Jusna, S.E., dan Kepala SMP Swasta Methodist 5, Chatarina Hutabarat, S.Pd., M.M., menyambut baik dan antusias pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh Pengawas PAK Kementerian Agama Kota Medan bidang Bimas Kristen tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Pengawas PAK Kemenag Kota Medan, Pasti Erika Siregar, menyampaikan bahwa keberadaan guru agama Kristen memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing dan membina peserta didik, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dalam pembentukan moral dan spiritual.

Menurutnya, pendidikan agama di sekolah menjadi salah satu fondasi penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, serta karakter yang baik kepada siswa sejak dini.

“Guru agama Kristen merupakan pilar yang kokoh dalam membina anak didik, bukan hanya dalam pengajaran, tetapi juga dalam membentuk karakter dan iman siswa agar menjadi pribadi yang baik di tengah masyarakat dan di hadapan Tuhan,” ujar Pasti Erika Siregar.

Ia juga menyampaikan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen harus memiliki latar belakang pendidikan yang linear sesuai bidang yang diampu agar proses pembelajaran dapat berjalan secara maksimal dan profesional.

Menurutnya, supervisi data sangat penting dilakukan untuk memastikan tersedianya data yang akurat sebagai dasar pelaksanaan tugas pengawasan dan pembinaan ke depan.

“Supervisi data guru dan murid ini sangat bermanfaat untuk mengetahui jumlah guru agama Kristen serta peserta didik yang beragama Kristen. Data yang akurat akan membantu pengawas dalam melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan secara optimal,” tambahnya.

Pasti Erika Siregar juga mengingatkan agar guru agama Kristen tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi demi terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang baik dan berkualitas.

Kegiatan supervisi berlangsung dengan lancar serta mendapat dukungan dari pihak sekolah, guru, dan peserta didik. Melalui kegiatan tersebut diharapkan terjalin sinergi yang semakin baik antara pengawas, kepala sekolah, dan guru dalam memperkuat pembinaan pendidikan agama Kristen di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *