Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan bagi anak binaan di Lapas Anak Kelas I Medan pada Senin (3/8/2026). Kegiatan yang diikuti oleh Agus Melan, S.Sos.I., Nunung Ismayanti, S.Ag., Julianti, S.Ag., Surya Hafni, S.Sos.I., Hj. Nurjannah, S.H.I., Rusli Nasution, S.Ag., dan Husein Ali, S.Ag. tersebut mengangkat tema praktik ibadah salat. Melalui kegiatan ini, para penyuluh memberikan pembinaan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta kesadaran anak binaan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
Dalam kegiatan tersebut, anak binaan mendapatkan materi mengenai pentingnya salat sebagai tiang agama sekaligus praktik pelaksanaan salat sesuai tuntunan syariat Islam. Para penyuluh membimbing peserta mulai dari tata cara berwudu, menjaga kesucian, niat, bacaan salat, hingga gerakan salat yang benar. Kegiatan berlangsung interaktif sehingga peserta dapat langsung memperbaiki kesalahan bacaan maupun gerakan selama praktik berlangsung.
Mewakili tim penyuluh, Agus Melan, S.Sos.I. menyampaikan bahwa pembinaan ibadah salat merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan mental spiritual anak binaan. Menurutnya, salat tidak hanya menjadi kewajiban seorang Muslim, tetapi juga sarana membangun kedisiplinan, kesabaran, serta akhlak yang baik. “Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak binaan semakin memahami tata cara salat yang benar dan menyadari bahwa ibadah merupakan jalan untuk memperbaiki diri. Setiap orang memiliki kesempatan untuk bertaubat dan menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT,” ujarnya.
Selain memberikan materi praktik salat, para penyuluh juga memberikan motivasi agar anak binaan tidak larut dalam penyesalan terhadap masa lalu. Mereka diajak memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Pembinaan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan humanis sehingga peserta merasa lebih nyaman dalam menerima materi keagamaan.
Pihak Lapas Anak Kelas I Medan menyambut baik kegiatan Bimluh yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Medan. Menurut perwakilan Lapas, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembentukan karakter anak binaan selama menjalani masa pembinaan. “Kami mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Medan yang secara konsisten memberikan pembinaan kepada anak binaan. Kegiatan seperti ini sangat membantu dalam membangun mental, spiritual, serta menumbuhkan semangat mereka untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap perwakilan Lapas Anak Kelas I Medan.
Melalui kegiatan Bimluh ini, Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak binaan di lembaga pemasyarakatan. Sinergi antara Kementerian Agama Kota Medan dan Lapas Anak Kelas I Medan diharapkan terus terjalin guna mendukung pembinaan mental dan spiritual yang berkelanjutan. Dengan bekal pemahaman agama yang lebih baik, anak binaan diharapkan mampu menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

