Tim Subdit Vokasi dan Inklusi Kemenag RI Kunjungi MAN 3 Medan

Medan (Humas) — MAN 3 Medan menerima kunjungan Tim Subdirektorat (Subdit) Vokasi dan Inklusi Kementerian Agama Republik Indonesia pada Rabu (28/10/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring program vokasi dan survei madrasah inklusi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan madrasah, khususnya dalam pengembangan keterampilan peserta didik dan penyelenggaraan layanan pendidikan yang inklusif.
Tim kunjungan dipimpin oleh Furqon Arif dari Subdit Vokasi dan Inklusi Kementerian Agama RI. Turut hadir Ketua Tim (Katim) Kelembagaan dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Sari Wahyuni Manjerang, M.Si., beserta staf, serta Pengawas Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Yeni Sri Wahyuni. Kehadiran jajaran tersebut menunjukkan koordinasi lintas unit dalam mendukung pengembangan program vokasi dan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah.
Kunjungan ini disambut oleh Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., beserta jajaran madrasah. Dalam kegiatan tersebut, tim melaksanakan monitoring terhadap penyelenggaraan program vokasi sekaligus melakukan survei untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan madrasah dalam mengembangkan layanan pendidikan inklusif. Kedua agenda tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan penguatan program pendidikan di MAN 3 Medan.
Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi madrasah untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. “Kami menyambut baik kunjungan Tim Subdit Vokasi dan Inklusi Kementerian Agama RI ke MAN 3 Medan. Kegiatan monitoring dan survei ini menjadi momentum bagi kami untuk mengevaluasi pelaksanaan program vokasi sekaligus memperkuat kesiapan madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi sesuai dengan kemampuannya.”
Pada aspek vokasi, monitoring dilakukan untuk melihat pelaksanaan program pendidikan keterampilan yang mendukung pengembangan kompetensi peserta didik. Pemantauan ini juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program dan dukungan sarana pembelajaran yang tersedia di madrasah. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan relevansi dan keberlanjutan program vokasi.
Sementara itu, survei madrasah inklusi bertujuan memperoleh gambaran mengenai kesiapan madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang ramah, adil, dan dapat diakses oleh seluruh peserta didik, termasuk peserta didik yang membutuhkan dukungan khusus. Melalui survei tersebut, aspek sarana, lingkungan belajar, dan dukungan layanan pendidikan dapat menjadi bahan peninjauan untuk pengembangan lebih lanjut. Upaya ini sejalan dengan semangat menghadirkan pendidikan yang memberikan kesempatan setara bagi setiap peserta didik.
Melalui kunjungan ini, MAN 3 Medan diharapkan dapat terus memperkuat pelaksanaan program vokasi dan meningkatkan kesiapan dalam mengembangkan pendidikan inklusif. Sinergi antara Kementerian Agama RI, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, pengawas madrasah, dan satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. MAN 3 Medan berkomitmen untuk terus berbenah dan mengembangkan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *