Medan (Humas) – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., mendorong para guru madrasah untuk terus meningkatkan kompetensi digital dan menguasai teknologi Artificial Intelligence (AI) guna menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Transformasi Digital Perangkat Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru MIN 6 Kota Medan yang berlangsung pada Rabu–Kamis (10–11/6/2026) di MIN 6 Kota Medan.
Dalam sambutannya, Yose Rizal mengapresiasi inisiatif MIN 6 Kota Medan yang terus berupaya meningkatkan kapasitas guru melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Menurutnya, transformasi digital dalam dunia pendidikan merupakan sebuah keniscayaan yang harus disikapi secara positif oleh seluruh tenaga pendidik.
“Guru madrasah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Artificial Intelligence dapat menjadi sarana yang sangat membantu dalam penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan media ajar, hingga menciptakan proses belajar yang lebih kreatif dan efektif. Namun, teknologi tetap harus digunakan secara bijak dan tidak boleh menghilangkan peran guru sebagai pendidik dan pembentuk karakter peserta didik,” ujar Yose Rizal.
Ia menambahkan bahwa penguasaan teknologi digital merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru agar madrasah mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
“Madrasah harus menjadi bagian dari transformasi digital. Karena itu, saya berharap para guru dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat layanan pendidikan yang inovatif dan berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MIN 6 Kota Medan, Isna Fitriyani Harahap, S.Pd.I., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
“Pelatihan ini kami selenggarakan agar para guru memiliki pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung proses pembelajaran. Harapannya, guru dapat menghasilkan inovasi-inovasi pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan efektif,” ungkap Isna.
Pelatihan yang diikuti seluruh guru MIN 6 Kota Medan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Medan, yakni Hirza Rahmayati, M.Pd., dan Rizkia Daulay, S.E., M.Si. Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai jenis Artificial Intelligence, pemanfaatannya dalam dunia pendidikan, hingga praktik pembuatan media dan animasi pembelajaran berbasis AI.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berkualitas. Dengan meningkatnya kompetensi digital guru, madrasah diharapkan dapat terus melahirkan generasi unggul yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

