Zikir Akbar Miftahul Jannah Sumut, Kepala KUA Amplas: Zikir Hadirkan Ketenangan Jiwa dan Rahmat Allah

Medan (Humas) — Kehidupan keagamaan masyarakat di Kecamatan Medan Amplas terus menunjukkan geliat positif. Hal tersebut terlihat dari penyelenggaraan Zikir Akbar Majelis Zikir Miftahul Jannah tingkat Sumatera Utara yang dipusatkan di Masjid Arrivai, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antarjamaah dan penggerak kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A. Kehadiran Kepala KUA Medan Amplas menjadi bentuk dukungan terhadap aktivitas keagamaan masyarakat yang terus berkembang di wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Majelis Zikir Miftahul Jannah Sumatera Utara yang telah memilih Kecamatan Medan Amplas sebagai lokasi pelaksanaan Zikir Akbar.

Menurut H. Muhammad Lukman Hakim, pemilihan Medan Amplas sebagai lokasi kegiatan merupakan momentum yang baik untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat potensi kehidupan keagamaan yang telah berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin dapat menjadi sarana meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkuat ukhuwah serta membangun kepedulian sosial. Karena itu, potensi tersebut perlu terus dirawat melalui komunikasi dan kerja sama antara KUA dengan berbagai unsur keagamaan masyarakat.

“Kami mengapresiasi Pengurus Majelis Zikir Miftahul Jannah Sumatera Utara yang telah memilih Medan Amplas sebagai tempat pelaksanaan Zikir Akbar. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan masyarakat di Medan Amplas terus tumbuh dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama,” ujar H. Muhammad Lukman Hakim.

H. Muhammad Lukman Hakim juga menyoroti keberadaan majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas yang menurutnya menunjukkan perkembangan menggembirakan. Berbagai kelompok pengajian dan majelis keagamaan tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi ruang pembinaan spiritual, pendidikan keagamaan serta penguatan silaturahmi. Keberadaan majelis taklim tersebut dinilai sebagai modal sosial yang penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

“Di Medan Amplas, majelis taklim tumbuh subur. Ini merupakan potensi besar yang harus terus kita rawat dan kembangkan untuk memperkuat pembinaan umat. Majelis taklim bukan hanya tempat untuk mengikuti pengajian, tetapi juga dapat menjadi ruang mempererat ukhuwah, membangun kepedulian sosial dan menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala KUA Medan Amplas mendorong agar Majelis Zikir Miftahul Jannah dan berbagai majelis taklim yang ada di Kecamatan Medan Amplas tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, terdapat banyak program yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi, baik dalam bentuk zikir akbar, kajian keagamaan, kegiatan sosial, peringatan hari besar Islam maupun program pembinaan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat kegiatan keagamaan sehingga tidak hanya dirasakan oleh jamaah masing-masing, tetapi juga oleh masyarakat secara lebih luas.

“Majelis zikir dan majelis taklim memiliki kekuatan masing-masing. Jika kekuatan tersebut dipertemukan dalam kegiatan tertentu, insya Allah dampaknya akan lebih luas bagi masyarakat. Kita dapat menyusun kegiatan bersama yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan spiritual, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antarmajelis juga dapat menjadi sarana memperkuat komunikasi antarkelompok keagamaan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi yang ada dapat disatukan untuk menghadirkan kegiatan yang lebih terarah, bermanfaat dan berkelanjutan. Hal tersebut sekaligus dapat menciptakan suasana kehidupan umat yang semakin harmonis, saling mendukung dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

H. Muhammad Lukman Hakim menegaskan bahwa KUA Medan Amplas siap mengambil bagian dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai unsur keagamaan masyarakat. Menurutnya, keberadaan KUA tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi pernikahan, tetapi juga memiliki peran dalam pembinaan dan pelayanan keagamaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, KUA harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi dan menjadi penghubung antara berbagai potensi keagamaan yang ada di tengah masyarakat.

“KUA hadir bukan hanya untuk memberikan pelayanan administrasi pernikahan. KUA juga memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pelayanan keagamaan masyarakat. Karena itu, kami siap membuka ruang komunikasi dan membangun sinergi dengan majelis taklim, majelis zikir, masjid, mushalla serta lembaga-lembaga keagamaan lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, jajaran KUA Medan Amplas terus diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang prima, responsif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi dengan berbagai lembaga keagamaan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan pembinaan umat dapat berjalan secara berkesinambungan. Dengan demikian, kegiatan keagamaan yang telah tumbuh di masyarakat dapat semakin terarah sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas.

Zikir Akbar Majelis Zikir Miftahul Jannah Sumatera Utara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti jamaah dengan antusias. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan membangun komunikasi antarpenggerak kegiatan keagamaan. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui berbagai program keagamaan dan sosial di Kecamatan Medan Amplas.

Melalui penguatan kolaborasi antarmajelis, KUA Medan Amplas berharap potensi kehidupan keagamaan yang telah tumbuh subur dapat berkembang menjadi kekuatan bersama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, peduli dan berdaya. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *