Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Sulaiman, menyampaikan Kajian Subuh pada Ahad (22/2/2026) dengan tema “Keutamaan Bulan Suci Ramadan dibandingkan Bulan Hijriyah lainnya.” Kegiatan yang berlangsung selepas salat Subuh tersebut dihadiri jamaah dari berbagai kalangan masyarakat sekitar.
Dalam pemaparannya, Sulaiman menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang memiliki keistimewaan luar biasa dibandingkan bulan-bulan Hijriyah lainnya. Ia menjelaskan setidaknya terdapat empat keutamaan utama yang harus dipahami dan diamalkan oleh umat Islam agar dapat meraih keberkahan Ramadan secara maksimal.
Keutamaan pertama, Ramadan dikenal sebagai bulan pembakaran dosa. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Puasa tidak hanya bermakna menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri dari dosa-dosa yang telah lalu.
“Perbanyaklah meminta ampun kepada Allah SWT. Ramadan adalah kesempatan emas untuk kembali kepada fitrah dan memperbaiki diri,” ujarnya di hadapan jamaah.
Keutamaan kedua, Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan pembeda antara yang hak dan batil. Oleh karena itu, Ramadan juga disebut sebagai Syahrul Ibadah (bulan ibadah), di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Sulaiman mengajak jamaah untuk memperbanyak tilawah, tadabbur, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Ramadan juga dikenal sebagai Syahrur Rahmah, yakni bulan penuh kasih sayang. Pada bulan ini, Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba yang beriman. Umat Islam didorong untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan.
“Rahmat Allah SWT sangat luas di bulan Ramadan. Karena itu, jadilah pribadi yang juga menebarkan kasih sayang kepada sesama,” pesannya.
Keutamaan terakhir yang disampaikan adalah pentingnya keikhlasan dalam beribadah. Ia menegaskan bahwa setiap amal yang dilakukan selama Ramadan harus dilandasi niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian manusia.
Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci agar setiap ibadah seperti puasa, salat Tarawih, tilawah Al-Qur’an, dan sedekah dapat diterima serta memberikan dampak positif dalam membentuk pribadi Muslim yang lebih bertakwa.
Kajian Subuh tersebut diakhiri dengan doa bersama agar seluruh umat Islam diberikan kesempatan untuk bertemu Ramadan dan dimampukan mengisi bulan suci tersebut dengan amal terbaik. Jamaah yang hadir tampak antusias dan berharap kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana memperkuat iman dan ketakwaan.

