Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Bina Misdinar Stasi Santo Stefanus Belawan

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih, S.Fil., dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., mengadakan kegiatan penyuluhan bagi para misdinar Stasi Santo Stefanus Belawan, Paroki Santo Konrad Martubung, Sabtu (21/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Karo, Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari pembinaan iman dan karakter bagi para putra altar.

Dalam penyuluhan tersebut, para misdinar dibekali materi bertajuk “Melayani dengan Hati, Disiplin, dan Sukacita.” Materi ini menekankan pemahaman tentang jati diri misdinar sebagai pelayan altar yang membantu imam dalam Perayaan Ekaristi dan ibadat lainnya. Selain itu, dijelaskan pula dasar biblis pelayanan yang mengacu pada Injil Markus 10:45, di mana Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.

Zetra Hail Saragih dalam arahannya menegaskan bahwa menjadi misdinar bukan sekadar menjalankan tugas teknis di altar, melainkan bentuk pelayanan iman yang harus dijalani dengan kesungguhan. “Menjadi misdinar adalah panggilan untuk melayani Tuhan dan umat dengan hati yang tulus, disiplin, dan penuh sukacita,” ujarnya. Ia juga mengajak para misdinar untuk menumbuhkan semangat tanggung jawab serta menjaga sikap hormat dan khidmat selama bertugas.

Sementara itu, Hekdi Jojada Sinaga menekankan pentingnya pembinaan karakter dan spiritualitas bagi para misdinar sejak usia dini. “Melalui pelayanan di altar, adik-adik belajar tentang ketaatan, kerendahan hati, dan kesiapan untuk bertanggung jawab. Ini menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka di masa depan,” katanya. Ia juga mengingatkan agar para misdinar menjaga tata tertib, seperti datang tepat waktu, tidak bermain telepon genggam di sakristi, serta menjaga kekhidmatan selama perayaan berlangsung.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen para misdinar dalam melayani di Gereja serta menumbuhkan semangat pelayanan yang berkelanjutan. Dengan pembinaan yang rutin dan terarah, para misdinar diharapkan mampu menjadi teladan, baik di lingkungan gereja, keluarga, maupun sekolah, serta semakin mencintai panggilan mereka sebagai pelayan altar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *