PAI Medan Amplas Sampaikan Tausiyah Ramadan, Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 183

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., menyampaikan tausiyah Ramadan di Masjid Al-Hamidy, Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, pada Senin (23/2/2026). Tausiyah tersebut mengangkat tema “Tadabbur Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 183” yang membahas makna dan hikmah kewajiban puasa bagi umat Islam.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Hamidy serta jamaah dari lingkungan sekitar. Tausiyah ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan selama bulan suci Ramadan.

Dalam penyampaiannya, Dr. Syarto mengajak jamaah untuk memahami secara mendalam kandungan Surah Al-Baqarah ayat 183 yang berisi perintah kewajiban berpuasa. Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut diawali dengan panggilan penuh kemuliaan, “Yaa ayyuhalladziina aamanuu” (Wahai orang-orang yang beriman), yang menunjukkan kasih sayang dan penghormatan Allah kepada hamba-Nya.

“Allah memanggil kita dengan panggilan keimanan. Itu adalah bentuk penghormatan dan ‘memanjakan’ orang-orang beriman agar mereka merasa dimuliakan sebelum menerima perintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kewajiban puasa ditujukan kepada seluruh orang beriman, tanpa memandang tingkat keimanan mereka. Menurutnya, puasa merupakan sarana pendidikan spiritual yang efektif untuk memperkuat iman.

“Puasa justru menjadi proses pendidikan iman. Walau iman masih tipis, Ramadan adalah kesempatan untuk menebalkannya,” jelasnya di hadapan jamaah.

Selain itu, Dr. Syarto menekankan bahwa Ramadan bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan untuk mencapai derajat takwa sebagaimana disebutkan dalam penutup ayat tersebut, la‘allakum tattaqun (agar kamu bertakwa). Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Ramadan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi dari perubahan akhlak dan peningkatan kualitas ketakwaan setelah Ramadan.

“Ramadan adalah madrasah ruhani. Jika setelah Ramadan akhlak kita tidak membaik dan ketakwaan tidak meningkat, maka kita perlu melakukan evaluasi,” tegasnya.

Pengurus BKM Al-Hamidy menyampaikan apresiasi atas tausiyah yang dinilai memberikan pemahaman mendalam tentang makna puasa. Jamaah juga tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran iman serta menjadikan Ramadan sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *