PAI Medan Amplas Sampaikan Kajian Tadabbur Surah Al Baqarah 183

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., mengisi tausyiah Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Muslimin, Kelurahan Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Muslimin serta jemaah dari warga sekitar yang mengikuti acara dengan khidmat dan antusias.

Dalam tausyiahnya, Dr. Syarto menyampaikan materi bertema “Tadabbur Alquran Surah Al-Baqarah Ayat 183” yang membahas kewajiban puasa Ramadan serta hikmah spiritual di balik perintah tersebut. Ayat yang menjadi fokus kajian adalah firman Allah Swt.: “Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn”, yang berarti, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dr. Syarto menjelaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana pembinaan spiritual untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Menurutnya, tujuan utama puasa adalah meningkatkan kualitas keimanan, pengendalian diri, serta kepedulian sosial terhadap sesama.

“Puasa adalah madrasah ruhaniyah yang mendidik umat Islam agar mampu mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan para jemaah.

Ia juga mengajak jemaah untuk menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, khususnya selama bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Alquran. Menurutnya, tadabbur atau perenungan terhadap ayat-ayat Alquran perlu terus digalakkan agar umat tidak hanya membaca, tetapi juga memahami serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua DKM Muslimin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan tausyiah yang disampaikan Dr. Syarto. Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman serta semangat ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan penuh kekhusyukan. Seusai tausyiah, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ramah tamah antara penyuluh, pengurus masjid, serta para jemaah. Momentum tausyiah Ramadan ini diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat komitmen umat dalam mengamalkan nilai-nilai Alquran di tengah kehidupan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *