Medan – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., mengisi Tausyiah Subuh Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Ikhlashiyah, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Garu I, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas tersebut dihadiri oleh Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) H. Amrul Pulungan beserta jemaah warga sekitar.
Dalam tausyiahnya, Dr. Syarto mengangkat tema “Empat Syarat Memperoleh Falah Berdasarkan QS. Al-Jum’ah Ayat 10”. Ia menjelaskan bahwa konsep falah dalam Alquran tidak hanya bermakna keberhasilan secara materi, tetapi juga mencakup keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta akhirat.
Mengacu pada firman Allah Swt. dalam QS. Al-Jum’ah ayat 10, ia memaparkan empat syarat utama untuk meraih falah.
Pertama, menjadikan salat sebagai aktivitas utama. Menurutnya, salat merupakan fondasi spiritual yang harus menjadi prioritas dalam kehidupan seorang Muslim. “Salat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi pusat orientasi hidup yang membentuk disiplin, integritas, dan kedekatan dengan Allah Swt.,” ujarnya.
Kedua, bekerja dan berusaha secara maksimal. Ia menekankan bahwa Islam mendorong umatnya untuk produktif, profesional, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaan sebagai bentuk ikhtiar yang bernilai ibadah.
Ketiga, mencari anugerah Allah dengan cara yang halal. Setiap usaha, katanya, harus dilandasi niat yang benar dan ditempuh melalui jalan yang sesuai syariat, karena rezeki merupakan karunia Allah Swt. yang diberikan kepada hamba-Nya yang berikhtiar.
Keempat, memperbanyak zikir dalam arti luas. Zikir tidak hanya dimaknai sebagai ucapan lisan, tetapi juga kesadaran hati, pikiran yang positif, serta pengamalan nilai-nilai ilahiah dalam seluruh aspek kehidupan. “Falah akan diraih ketika salat menjadi prioritas, usaha dilakukan secara maksimal, rezeki dicari dengan cara yang halal, dan hati senantiasa berzikir kepada Allah,” tegasnya di hadapan para jemaah.
Pengurus BKM, H. Amrul Pulungan, menyampaikan apresiasi atas penyampaian materi yang dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun keseimbangan antara ibadah dan aktivitas duniawi selama bulan suci Ramadan.
Tausyiah Subuh berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan Ramadan serta kemudahan dalam mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

