Medan (Humas). Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan mengadakan siaran rohani bertema “Tiga Pilar Prapaskah: Doa, Puasa, dan Amal Kasih” melalui Radio Maria Medan yang berlangsung di Catholic Center Christosophia Medan, Jl. Mataram No.21, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Kegiatan ini menghadirkan Ricardo Simamora, S.Ag., sebagai host dan Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., sebagai narasumber yang memberikan pendalaman iman kepada para pendengar selama masa Prapaskah.
Dalam pengantarnya, host Ricardo Simamora menjelaskan bahwa tiga pilar Prapaskah memiliki dasar yang kuat dalam Kitab Suci, khususnya Injil Matius 6:1–18 yang berbicara tentang sedekah, doa, dan puasa. Ia menegaskan bahwa ketiga praktik tersebut merupakan bagian penting dalam kehidupan orang beriman. “Yesus tidak mengatakan jika kamu berdoa atau berpuasa, tetapi apabila kamu melakukannya. Artinya, doa, puasa, dan amal kasih adalah praktik iman yang harus dijalani secara nyata, terutama dalam masa Prapaskah,” ujar Ricardo.
Sementara itu, narasumber Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa pilar pertama, yaitu doa, merupakan sarana untuk memperdalam relasi pribadi dengan Allah. Menurutnya, doa bukan hanya kata-kata, tetapi dialog kasih antara manusia dengan Tuhan yang menjadi sumber kekuatan dalam kehidupan iman. “Doa adalah nafas kehidupan rohani. Tanpa doa, puasa hanya menjadi diet dan amal kasih hanya menjadi kegiatan sosial biasa,” jelas Roni.
Ia juga memaparkan bahwa pilar kedua, yakni puasa, merupakan latihan pengendalian diri yang membantu umat untuk tidak diperbudak oleh keinginan duniawi. Puasa mengajak umat hidup lebih sederhana dan peka terhadap kebutuhan sesama. Praktiknya dapat dilakukan dengan menjalankan pantang dan puasa sesuai ajaran Gereja, mengurangi penggunaan media sosial, menahan diri dari perkataan negatif, serta menghindari sikap konsumtif.
Pada bagian akhir siaran, Roni menegaskan bahwa pilar ketiga yaitu amal kasih merupakan buah nyata dari pertobatan. Amal kasih diwujudkan melalui tindakan nyata seperti membantu mereka yang berkekurangan, mengunjungi orang sakit, mengampuni sesama, serta terlibat dalam kegiatan sosial Gereja melalui Aksi Puasa Pembangunan (APP). Menutup siaran tersebut, Ricardo Simamora mengingatkan bahwa doa, puasa, dan amal kasih tidak dapat dipisahkan karena ketiganya membentuk perjalanan iman yang utuh menuju pembaruan hidup dalam perayaan Paskah.

