Medan (Humas) Peringatan Nuzulul Quran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Kelas I Medan yang beralamat di JL. Lembaga Pemasyarakatan Nomor 27, Tanjung Gusta, Kota Medan, Jumat (6/3/2026).
Acara dimulai setelah pelaksanaan salat Isya berjamaah yang diikuti oleh warga binaan serta para petugas lapas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua BKM Masjid At-Taubah Hidayat serta tokoh pembina rohani lapas, Buya Bustami. Peringatan Nuzulul Quran tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para warga binaan melalui kegiatan ibadah dan siraman rohani yang memberikan ketenangan batin.
Dalam kesempatan tersebut, siraman rohani disampaikan oleh Paidi, S.Ag., penyuluh agama Islam dari KUA Kecamatan Medan Sunggal. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan tentang hakikat kehidupan manusia yang tidak terlepas dari ujian dan cobaan dari Allah SWT. Menurutnya, setiap manusia akan menghadapi berbagai ujian sebagai bagian dari proses kehidupan yang harus dijalani dengan kesabaran dan keimanan.
“Hakikat hidup adalah ujian. Setiap manusia pasti diuji oleh Allah SWT, baik dengan kesulitan maupun kemudahan. Ketika ujian itu datang, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu bersabar, memperbaiki diri, dan lulus dari ujian tersebut dengan tetap berpegang teguh pada iman dan takwa,” ujar Paidi dalam tausiyahnya.
Setelah penyampaian ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah. Dalam pelaksanaan salat tersebut, Heri Chandra bertindak sebagai imam, sementara Irfan bertugas sebagai bilal. Suasana ibadah berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat spiritual para jamaah dalam memaknai malam Ramadan dan peringatan turunnya Al-Qur’an.
Peringatan Nuzulul Quran di Lapas Kelas I Medan menjadi momen penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan memperdalam pemahaman agama bagi warga binaan. Melalui tausiyah dan rangkaian ibadah yang dilaksanakan, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.(Paidi).

