Al-Qur’an Tak Pernah Membosankan untuk Didengar, Pesan Kuliah Zuhur Ramadan di Masjid Maul Hayah Tirranadi

Medan (Humas) — Suasana Ramadan di Kota Medan semakin semarak dengan berbagai kegiatan keagamaan yang menguatkan spiritualitas umat. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Kuliah Zuhur Ramadan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, H. Abdul Muthalib Daulay, pada Kamis, 12 Maret 2026 di Masjid Maul Hayah Tirranadi.

Dalam penyampaiannya, H. Abdul Muthalib Daulay menegaskan salah satu kemu’jizatan Al-Qur’an adalah bahwa kitab suci tersebut tidak pernah menimbulkan rasa bosan bagi siapa pun yang membaca maupun mendengarkannya. Hal ini tercermin dalam ungkapan Arab yang terkenal:

كلامٌ قديم لا يمل سماعه
“Ia (Al-Qur’an) adalah kalam yang qadim yang tidak pernah membosankan untuk didengarkan.”

Beliau menjelaskan bahwa kata “kalam” bermakna perkataan atau firman Allah SWT, sedangkan “qadim” menunjukkan bahwa kalam Allah bersifat kekal dan tidak bermula. Sementara itu, frasa “laa yumallu samaa’uhu” menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki keindahan dan keagungan yang membuat manusia tidak pernah merasa jenuh walaupun dibaca dan didengar berulang kali.

Menurutnya, keistimewaan ini menjadi bukti bahwa Al-Qur’an berbeda dari karya manusia. Jika pidato atau lagu biasa akan menimbulkan kejenuhan ketika sering diulang, Al-Qur’an justru semakin menenteramkan hati ketika terus dibaca, didengar, dan direnungi maknanya.

Dalam kajian tersebut juga dijelaskan secara singkat aspek kebahasaan (i’rab) dari kalimat tersebut, yang menunjukkan kedalaman bahasa Arab dalam menggambarkan kemuliaan Al-Qur’an sebagai kalamullah.

Melalui Kuliah Zuhur Ramadan ini, jamaah diajak untuk semakin mencintai Al-Qur’an dengan memperbanyak membaca, mendengarkan, dan mentadabburi maknanya, terutama di bulan suci Ramadan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya para penyuluh agama untuk memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *