Bukber KONI Sumut, PAI Medan Baru Sampaikan Pesan Kembali kepada Fitrah

Medan – Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) pada bulan suci Ramadan kembali dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, pada kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat KONI Sumatera Utara, Jalan William Iskandar, Kota Medan.

Acara buka puasa bersama ini dihadiri oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara Kolonel (Purn) Hatunggal Siregar serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara Mahfullah. Dalam sambutannya, Mahfullah menyampaikan bahwa berbagai kegiatan yang dilaksanakan KONI Sumatera Utara senantiasa mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara sebagai bentuk sinergi dalam memajukan olahraga dan pembinaan generasi muda di daerah.

Menjelang waktu berbuka puasa, tausiah disampaikan oleh Al-Ustaz Damri Tambunan yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru. Dalam bimbingan dan penyuluhannya, ia mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan salat malam.

Menurutnya, sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Malam tersebut lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, mari kita tingkatkan ibadah dengan penuh keikhlasan. Semoga dengan amal ibadah yang kita lakukan, Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita dan mengembalikan kita kepada keadaan yang suci, yaitu kembali kepada fitrah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Bimluh ini diharapkan dapat memberikan motivasi spiritual kepada para pengurus dan keluarga besar KONI Sumatera Utara untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadan, sekaligus menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *