Penyuluh Agama Kristen Medan Hadirkan Penguatan Rohani di RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem

Medan (Humas) — Suasana penuh harapan dan ketenangan mewarnai pelayanan Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Medan Timur di RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah pergumulan hidup, menghadirkan sentuhan kasih Tuhan bagi para pasien yang sedang menjalani perawatan.

Pelayanan diawali dengan ibadah sederhana namun sarat makna yang dipandu oleh Mona Putri Sembiring. Firman Tuhan disampaikan oleh Mateus Brian Purba dengan perenungan dari Injil Lukas 15:11–32 tentang anak yang hilang. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa tidak ada seorang pun yang terlalu jauh untuk dijangkau oleh kasih Tuhan.

“Di tengah keterpurukan sekalipun, Tuhan tetap membuka tangan-Nya bagi setiap orang yang mau kembali dan berseru kepada-Nya. Kasih Tuhan tidak pernah habis, bahkan selalu tersedia bagi siapa saja yang datang dengan hati yang tulus,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pemulihan bukanlah hal yang instan, melainkan perjalanan yang membutuhkan kesabaran, iman, dan dukungan dari berbagai pihak. “Jangan pernah merasa sendiri, sebab Tuhan bekerja melalui banyak cara, termasuk melalui tenaga medis, keluarga, dan pendamping rohani,” tambahnya.

Suasana ibadah semakin menyentuh ketika para pasien diajak menyadari bahwa setiap badai kehidupan baik tekanan batin, luka hati, maupun pergumulan hidup—tidak pernah melebihi kuasa Tuhan. Pesan ini menjadi penguatan bahwa mereka tidak berjalan sendiri, karena Tuhan senantiasa hadir, menyertai, dan bekerja dalam setiap proses pemulihan.

Doa syafaat yang dipimpin oleh Borong Sitepu menjadi momen penuh pengharapan. Dengan penuh iman, doa dipanjatkan bagi kesembuhan, ketenangan jiwa, serta pemulihan menyeluruh bagi para pasien.

“Kiranya damai sejahtera Tuhan memenuhi hati dan pikiran setiap pasien. Kami percaya Tuhan sanggup memulihkan, menguatkan, dan memberi pengharapan baru dalam setiap proses kehidupan,” ucapnya dalam doa.

Berdasarkan keterangan tenaga kesehatan, berbagai faktor seperti konflik keluarga, perceraian, tekanan ekonomi, hingga faktor keturunan menjadi latar belakang gangguan mental yang dialami sebagian pasien. Oleh karena itu, pendekatan spiritual melalui bimbingan kerohanian dinilai menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan yang holistik, tidak hanya menyentuh aspek mental, tetapi juga rohani.

Salah satu tenaga kesehatan yang mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran para penyuluh. “Pendekatan rohani seperti ini sangat membantu dalam proses pemulihan pasien. Mereka merasa diperhatikan, didengar, dan dikuatkan secara batin,” ujarnya.

Melalui pelayanan ini, Penyuluh Agama Kristen Kota Medan menghadirkan terang di tengah kegelapan serta menabur pengharapan di tengah keputusasaan. Diharapkan para pasien semakin dikuatkan imannya, dipulihkan jiwanya, dan merasakan kasih Tuhan yang nyata dalam setiap proses yang dijalani.

Kegiatan ini menjadi cerminan pelayanan kasih yang terus dihadirkan Kementerian Agama, bahwa di mana ada luka, di situ kasih Tuhan dinyatakan, dan di mana ada harapan, di situlah pemulihan dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *