Penyuluh Agama Katolik Ajarkan Makna Gereja kepada Katekumen Paroki Santo Antonius dari Padua Hayam Wuruk

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan memberikan pelajaran persiapan penerimaan Sakramen Baptis bagi katekumen dewasa di Paroki Santo Antonius dari Padua, Jalan Hayam Wuruk, Medan, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendampingan iman bagi calon umat Katolik agar memiliki pemahaman yang benar sebelum secara resmi bergabung dalam Gereja.

Pelajaran kali ini berfokus pada pengertian Gereja sebagaimana diajarkan dalam doktrin Gereja Katolik. Materi ini dinilai sangat penting agar para katekumen tidak hanya memahami Gereja sebagai bangunan fisik atau organisasi semata, tetapi sebagai misteri keselamatan, yakni persekutuan antara Allah dan manusia yang dihadirkan melalui karya Yesus Kristus dan Roh Kudus.

Bertempat di aula gereja paroki, Marulam Nainggolan, S.S. hadir sebagai pembicara kepada para peserta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Gereja memiliki dimensi yang sekaligus kelihatan dan tak kelihatan, manusiawi sekaligus ilahi. “Gereja bukan hanya lembaga atau gedung, tetapi persekutuan hidup antara Allah dan manusia yang dihadirkan dalam sejarah keselamatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa untuk memahami Gereja secara utuh, diperlukan pendekatan yang lebih mendalam melalui berbagai gambaran teologis. “Gereja disebut sebagai Umat Allah, artinya kita semua dipanggil dan dihimpun oleh Allah sendiri, bukan karena pilihan kita semata, tetapi karena rahmat-Nya,” jelasnya di hadapan para peserta.

Selain itu, ia juga menjelaskan Gereja sebagai Tubuh Kristus, di mana Kristus adalah Kepala dan umat beriman adalah anggota-anggotanya. “Kita hidup dalam kesatuan dengan Kristus. Tanpa Dia, Gereja tidak memiliki hidup. Karena itu, setiap orang beriman dipanggil untuk tetap bersatu dengan Kristus,” tambahnya.

Marulam juga menguraikan bahwa Gereja adalah Bait Roh Kudus yang hidup, tempat Allah hadir dan berkarya. Ia menambahkan bahwa Gereja juga dipahami sebagai Mempelai Kristus yang hidup dalam relasi kasih, serta sebagai Sakramen keselamatan yang menghadirkan rahmat Allah secara nyata. “Dalam Gereja, kita tidak hanya berbicara tentang keselamatan, tetapi sungguh mengalami keselamatan itu melalui sakramen-sakramen,” katanya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Gereja merupakan persekutuan (communio) umat beriman serta benih Kerajaan Allah di dunia yang terus bertumbuh menuju kepenuhannya. Gereja juga digambarkan sebagai kawanan domba yang digembalakan oleh Kristus. “Semua gambaran ini menunjukkan bahwa Gereja adalah misteri yang kaya, yang tidak bisa dipahami hanya dari satu sudut pandang,” tuturnya.

Kegiatan pembinaan ini berlangsung dalam suasana yang hidup dan penuh antusias. Para peserta tampak bersemangat dan serius mengikuti setiap penjelasan yang diberikan, serta aktif dalam sesi tanya jawab. Suasana kelas yang menyenangkan turut membantu para katekumen untuk semakin memahami dan menghayati iman mereka sebagai calon anggota Gereja Katolik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *