Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, Komala Dewi, dan Nurlely melaksanakan kegiatan bimbingan rohani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Anak Medan pada hari Selasa, 05 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Akhlak Mulia sebagai Pondasi Perubahan Diri” yang diikuti oleh para warga binaan anak dengan penuh antusias.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para penyuluh memberikan materi tentang pentingnya memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik, termasuk para warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Heriansyah Harahap dalam penyampaiannya menuturkan bahwa akhlak mulia merupakan kunci utama dalam membentuk pribadi yang diridhai Allah SWT. “Akhlak yang baik akan membawa seseorang kepada kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri,” ujarnya.
Sementara itu, Komala Dewi mengajak para peserta untuk senantiasa menjaga sikap dan perilaku, baik kepada sesama maupun kepada petugas lapas. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai bagian dari akhlak terpuji. “Menghormati orang tua dan guru adalah pintu keberkahan dalam hidup kita,” ungkapnya.
Nurlely dalam kesempatan tersebut juga memberikan motivasi kepada para warga binaan agar tidak putus asa dalam menjalani kehidupan. Ia menekankan bahwa masa depan masih terbuka luas bagi siapa saja yang mau berusaha dan memperbaiki diri. “Jangan jadikan masa lalu sebagai penghalang, tetapi jadikan sebagai pelajaran untuk melangkah ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Para warga binaan tampak aktif mengikuti kegiatan dengan mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Interaksi yang terjalin menunjukkan adanya semangat untuk berubah dan memperbaiki diri melalui nilai-nilai keagamaan yang disampaikan oleh para penyuluh.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para warga binaan anak di Lapas Khusus Anak Medan, khususnya dalam membentuk akhlak mulia dan meningkatkan kesadaran spiritual. Para penyuluh berharap bimbingan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

