Perkuat Dakwah Berdampak, Penyuluh KUA Medan Amplas Ajak Jamaah Siapkan Bekal ke Kampung Akhirat

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., terus menegaskan pentingnya peran aktif penyuluh agama dalam memberikan pembinaan keagamaan yang berdampak nyata di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan dakwah dan pembinaan umat yang rutin dilaksanakan para penyuluh agama Islam di wilayah Kecamatan Medan Amplas, khususnya di lingkungan majelis taklim dan masyarakat.

Salah satu kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Dr. H. Syarto, Lc., M.A., saat memberikan tausyiah dan dialog interaktif keagamaan di Majelis Taklim Raudhatul Jannah, Selasa (12/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Syarto menyampaikan materi bertema “Bekal ke Kampung Akhirat” yang diikuti pengurus dan puluhan jamaah majelis taklim dengan penuh antusias dan kekhusyukan.

Dalam ceramahnya, Dr. Syarto mengangkat hadis shahih riwayat Muslim tentang 70.000 umat Nabi Muhammad SAW yang akan masuk surga tanpa hisab. Ia menjelaskan bahwa golongan tersebut memiliki karakter utama berupa kemurnian tauhid dan kekuatan tawakal kepada Allah SWT.

Menurutnya, tawakal dalam ajaran Islam bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar secara maksimal disertai keyakinan penuh kepada Allah SWT.

“Tawakal itu bukan diam tanpa usaha, tetapi bekerja maksimal lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha dengan sungguh-sungguh sekaligus memiliki keyakinan penuh kepada pertolongan Allah SWT,” jelas Dr. Syarto di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak terjebak dalam sikap pesimisme maupun budaya tahayul yang masih berkembang di tengah masyarakat, seperti keyakinan terhadap hari sial, angka pembawa sial, ataupun prasangka buruk terhadap masa depan.

Menurutnya, Islam mengajarkan umat untuk selalu memiliki sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah sebagai dasar membangun optimisme dan ketenangan hidup.

“Seorang mukmin tidak boleh terjebak dalam pikiran negatif. Islam mengajarkan optimisme, keyakinan, dan harapan yang kuat kepada rahmat Allah SWT,” tegasnya.

Suasana tausyiah berlangsung hangat dan interaktif. Jamaah tampak aktif mengikuti materi dan berdialog mengenai berbagai persoalan kehidupan serta penerapan nilai tawakal dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, menyampaikan apresiasi atas semangat para penyuluh agama yang terus aktif melakukan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan pembinaan seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus membangun kehidupan umat yang religius, harmonis, dan penuh nilai-nilai kebaikan.

“Penyuluh agama harus terus hadir di tengah masyarakat dengan dakwah yang menyejukkan dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Inilah semangat KUA Berdampak yang terus kita dorong bersama,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami makna tawakal yang benar, memperkuat optimisme dalam kehidupan, serta menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai bekal utama menuju kehidupan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *