Medan (Humas). Penyuluh Katolik Kementerian Agama Kota Medan, yakni Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., Demaran Sigiro, S.Fil., dan Zetra Hail Saragih, S.Fil., melaksanakan kunjungan penyuluhan kepada pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Kamis (21/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rawat inap sebagai bentuk pelayanan rohani dan penguatan iman bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Dalam kunjungan tersebut, para penyuluh mengangkat tema “Bersatu dalam Kasih Kristus, Menguatkan yang Sakit” yang terinspirasi dari Injil Yohanes 17:20-26. Tema ini menjadi pesan pengharapan agar para pasien tetap memiliki semangat, kekuatan, dan penghiburan di tengah kondisi sakit yang dialami.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Demaran Sigiro memimpin doa pembuka sebelum para penyuluh memasuki ruang rawat inap dan menyapa pasien secara langsung. Selanjutnya, Roni Antonius Sitanggang memberikan kata-kata penguatan rohani dan motivasi kepada pasien agar tetap percaya kepada kasih dan penyertaan Tuhan dalam setiap proses penyembuhan.
Sementara itu, Zetra Hail Saragih memimpin doa penutup bersama pasien dan keluarga yang hadir. Suasana haru dan penuh sukacita tampak dirasakan oleh para pasien yang menerima kunjungan tersebut. Kehadiran para penyuluh diharapkan mampu memberikan semangat baru serta menghadirkan ketenangan batin bagi pasien yang sedang dirawat.
Kunjungan penyuluhan tersebut turut mendapat apresiasi dari pihak Rumah Sakit Santa Elisabeth yang diwakili oleh suster yang bertugas di bagian Sosio Medis Kerohanian rumah sakit tersebut. Pihak rumah sakit menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pelayanan rohani yang diberikan kepada pasien, karena dinilai mampu memberikan penguatan mental dan spiritual bagi pasien selama menjalani masa perawatan.
Roni Antonius Sitanggang mengatakan bahwa pelayanan kepada orang sakit merupakan bagian penting dari tugas penyuluh agama dalam menghadirkan kasih Tuhan kepada masyarakat. “Melalui kunjungan ini, kami ingin memberikan penguatan iman dan pengharapan kepada pasien agar tetap kuat dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai,” ujar Roni.

