Penyuluh KUA Medan Sunggal Bahas Tujuan Hidup Manusia Menurut Islam di Lapas Dewasa Tanjung Gusta

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Drs. H. Fuji MA, memberikan bimbingan dan penyuluhan kerohanian Islam kepada warga binaan di Lapas Dewasa Tanjung Gusta Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan Nomor 27, Tanjung Gusta, pada Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh warga binaan yang hadir sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Dalam penyampaiannya, Fuji menjelaskan bahwa Islam memberikan pedoman yang jelas mengenai tujuan hidup manusia. Menurutnya, “Secara rinci tujuan hidup manusia dalam Islam ada dua peran, yaitu sebagai hamba Allah yang senantiasa beribadah kepada-Nya dan sebagai khalifah yang bertugas memakmurkan bumi, menegakkan keadilan, serta menyebarkan rahmat bagi alam semesta. Adapun tujuan akhir kehidupan manusia adalah meraih ridha Allah SWT,” ujar Fuji

Fuji menerangkan bahwa peran pertama manusia adalah sebagai hamba Allah (abdullah) yang senantiasa beribadah, menaati perintah-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. Ibadah dalam Islam tidak hanya terbatas pada salat, puasa, zakat, dan haji, tetapi juga mencakup seluruh aktivitas yang dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai tuntunan syariat.
Selain sebagai hamba Allah, manusia juga memiliki peran sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia diberi amanah untuk mengelola, memakmurkan, dan menjaga kelestarian bumi. Manusia dituntut untuk menegakkan keadilan, menciptakan kedamaian, serta menjadi rahmat bagi sesama makhluk dan lingkungan sekitarnya.

Lebih lanjut, Fuji mengingatkan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya selama hidup di dunia. Oleh karena itu, masa kehidupan hendaknya digunakan untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia juga mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Para peserta tampak mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Melalui bimbingan kerohanian tersebut, diharapkan warga binaan semakin memahami hakikat kehidupan, memiliki semangat untuk memperbaiki diri, serta mampu menata masa depan yang lebih baik dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Bimbingan kerohanian yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal di Lapas Dewasa Tanjung Gusta menegaskan bahwa tujuan hidup manusia menurut Islam adalah beribadah kepada Allah SWT dan menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi. Dengan memahami tujuan hidup tersebut, warga binaan diharapkan mampu memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menjadikan setiap langkah kehidupan sebagai upaya untuk memperoleh ridha Allah SWT.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *