Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus mengoptimalkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai majelis taklim. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, di Majelis Taklim Armada pada Jumat (24/07/2026) dengan mengangkat tema “Lima Dosa yang Sering Dianggap Sepele, tetapi Berat di Sisi Allah.”
Kegiatan yang diikuti oleh jamaah majelis taklim tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta menyimak materi dengan seksama karena tema yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui penyuluhan ini, jamaah diajak untuk meningkatkan kesadaran bahwa setiap perbuatan, sekecil apa pun, memiliki konsekuensi di hadapan Allah Swt. apabila dilakukan terus-menerus tanpa disertai penyesalan dan taubat.
Dalam pemaparannya, H. Abdullah Hakim menjelaskan bahwa banyak dosa yang kerap dianggap remeh, padahal memiliki dampak besar terhadap kualitas keimanan seseorang. Di antaranya adalah ghibah, fitnah, berdusta, menyakiti sesama, menunda taubat, serta mengabaikan kewajiban kepada Allah Swt. Menurutnya, kebiasaan melakukan dosa-dosa tersebut secara terus-menerus dapat mengeraskan hati dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.
“Jangan pernah merasa aman dengan dosa yang dianggap kecil. Apabila dilakukan terus-menerus tanpa disertai taubat, dosa tersebut dapat memberatkan timbangan amal dan menjauhkan kita dari rahmat Allah Swt. Setiap muslim harus memiliki rasa takut kepada Allah dan senantiasa menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan, sekecil apa pun,” ujar Abdullah Hakim.
Ia menambahkan bahwa salah satu ciri orang beriman adalah selalu melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Dengan mengevaluasi setiap perkataan dan perbuatan, seseorang akan lebih mudah menyadari kekurangan yang dimiliki serta terdorong untuk memperbaiki diri sebelum datang penyesalan.
“Sering kali yang membinasakan bukan dosa besar yang dilakukan sekali, tetapi dosa kecil yang terus dilakukan hingga menjadi kebiasaan. Karena itu, mari biasakan menjaga lisan, menjaga hati, dan menjaga perilaku agar hidup kita senantiasa berada dalam ridha Allah Swt.,” katanya.
Lebih lanjut, Abdullah Hakim mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar dan tidak pernah menunda taubat. Ia menegaskan bahwa Allah Swt. Maha Pengampun dan senantiasa membuka pintu taubat bagi setiap hamba yang datang dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri.
“Mari kita jaga lisan, perbaiki akhlak, dan segera bertaubat sebelum datang penyesalan yang tidak lagi bermanfaat. Allah Swt. tidak pernah menutup pintu ampunan bagi hamba-Nya yang kembali dengan penuh keikhlasan. Jangan menunggu hari esok untuk berubah, karena kita tidak pernah mengetahui kapan Allah memanggil kita,” pesannya.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama agar seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, senantiasa istiqamah dalam menjalankan syariat Islam, serta diberi keistiqamahan dalam memperbanyak amal saleh. Suasana penuh kekhusyukan tampak mewarnai penutupan kegiatan sebagai wujud harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat peran Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan dalam membina umat. Diharapkan materi yang disampaikan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjauhi segala bentuk dosa, memperbaiki akhlak, memperbanyak amal kebajikan, serta membangun pribadi muslim yang bertakwa, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

