Medan (Humas) – Komitmen memberikan pelayanan keagamaan yang prima dan berdampak terus diwujudkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas. Sebagai tindak lanjut arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) didorong untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat secara langsung.
Salah satu bentuk implementasi komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Syarto Syarif, Harun Arrasyid, dan Nurbaiti, di Rumah Sakit Mitra Medika Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Selasa (09/06/2026). Kegiatan berlangsung di ruang Intensive Care Unit (ICU) lantai 2 dan lantai 3 dengan mengunjungi pasien yang sedang menjalani perawatan intensif.
Kehadiran para penyuluh di tengah pasien dan keluarga menjadi bentuk nyata kepedulian KUA Medan Amplas dalam memberikan pendampingan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati, para penyuluh menyampaikan nasihat keagamaan, motivasi, serta doa bagi pasien agar tetap kuat menjalani proses pengobatan.
Dalam kesempatan tersebut, para penyuluh mengajak pasien untuk memperkuat kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi sakit yang dialami. Mereka menjelaskan bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT mengandung hikmah dan menjadi sarana untuk meningkatkan kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya.
“Setiap penyakit yang Allah berikan bukanlah semata-mata musibah, tetapi juga menjadi jalan penghapus dosa dan sarana meningkatkan derajat seorang mukmin. Karena itu, hadapilah dengan sabar, ikhlas, dan penuh keyakinan kepada rahmat Allah SWT,” ujar Harun Arrasyid saat memberikan motivasi kepada pasien dan keluarga.
Selain menanamkan nilai kesabaran, para penyuluh juga mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat yang masih diberikan Allah SWT. Menurut mereka, rasa syukur akan membantu menghadirkan ketenangan jiwa dan menumbuhkan optimisme dalam menjalani proses penyembuhan.
Para pasien juga diajak untuk senantiasa memperbanyak doa, memperkuat tawakal setelah berikhtiar melalui pengobatan, serta menjaga prasangka baik kepada Allah SWT. Keyakinan bahwa setiap ketentuan Allah mengandung kebaikan diyakini mampu memberikan ketenangan batin dan semangat untuk terus berjuang meraih kesembuhan.
“Kita harus yakin bahwa Allah SWT adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Tetaplah berdoa, berikhtiar, dan bertawakal. Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya, karena setiap kesulitan pasti disertai kemudahan,” tambahnya.
Dalam sesi pembinaan tersebut, para penyuluh juga mengingatkan pentingnya menjaga ibadah salat meskipun sedang dalam kondisi sakit. Mereka menjelaskan bahwa Islam memberikan berbagai kemudahan bagi orang yang sedang sakit dalam melaksanakan salat sesuai kemampuan yang dimiliki, baik dengan berdiri, duduk, berbaring, maupun dengan isyarat.
“Salat merupakan sumber kekuatan spiritual yang sangat dibutuhkan oleh seorang mukmin, terlebih ketika menghadapi ujian sakit. Karena itu, jangan meninggalkan salat, tetapi laksanakan sesuai kemampuan yang dimiliki sebagaimana keringanan yang telah diajarkan dalam syariat Islam,” pesan para penyuluh.
Kehadiran tim Bimroh KUA Medan Amplas mendapat sambutan hangat dari pasien maupun keluarga yang mendampingi. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan termotivasi setelah mendapatkan nasihat serta doa dari para penyuluh agama.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para penyuluh. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, dilapangkan hatinya, serta diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalani masa perawatan. Doa juga dipersembahkan bagi keluarga yang setia mendampingi agar senantiasa diberikan kesehatan, ketabahan, dan keberkahan.
Melalui program Bimbingan Rohani ini, KUA Kecamatan Medan Amplas kembali menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat yang tidak hanya memberikan pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan spiritual yang nyata, humanis, dan menyentuh langsung kebutuhan umat. Diharapkan kegiatan ini dapat terus memberikan manfaat serta menjadi sumber penguatan mental dan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai ujian kehidupan.

