Dukungan Semangat dan Doa, Penyuluh Kristen KUA Medan Sunggal Dampingi Korban NAPZA di Medan Plus

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Mahla Tarigan, bersama tim penyuluh agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan bimbingan dan penyuluhan rohani kepada peserta binaan rehabilitasi narkoba di Yayasan Medan Plus, Jalan Jamin Ginting Pasar 7 Kota Medan, Kamis (11/06/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Mahla Tarigan, Borong Sitepu, Sendra Tarigan, Mona Sembiring, Maulina Manik, Demak Hasibuan, dan Napitupulu. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dengan mengusung tema “Optimisme dan Doa.”

Dalam kesempatan tersebut, Mahla Tarigan mengajak seluruh peserta binaan untuk tetap memiliki harapan dan keyakinan bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah bagi setiap orang. Ia menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Yeremia 29:11 yang berbunyi, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Mahla Tarigan menegaskan bahwa masa lalu yang kelam tidak boleh menjadi penghalang untuk bangkit dan memperbaiki kehidupan. “Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Setiap peserta binaan memiliki kesempatan untuk berubah dan menjalani hidup yang lebih baik. Tetaplah optimis karena Tuhan sudah menyiapkan masa depan yang penuh harapan bagi setiap orang yang mau datang kepada-Nya,” ujar Mahla Tarigan.

Selanjutnya, Sendra Tarigan menyampaikan penguatan melalui Firman Tuhan dari Filipi 4:13 yang berbunyi, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ia juga mengutip Roma 8:28, “Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.” Menurutnya, setiap pergumulan hidup dapat menjadi sarana pembentukan karakter apabila dijalani dengan iman dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Sementara itu, Mona Sembiring mengajak seluruh peserta untuk senantiasa membangun kehidupan doa yang tekun. Ia mengutip Yohanes 14:13, “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” Mona menekankan pentingnya doa sebagai sumber kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu gereja dan pujian rohani yang semakin menumbuhkan semangat serta sukacita peserta binaan.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani ini, para penyuluh agama Kristen berharap peserta binaan Medan Plus semakin memiliki keyakinan, semangat, dan kekuatan untuk meninggalkan ketergantungan terhadap NAPZA serta membangun kehidupan yang lebih baik bersama Tuhan. Kehadiran para penyuluh menjadi bentuk nyata dukungan moral dan spiritual agar para peserta tetap optimis menatap masa depan yang penuh harapan.

Bimbingan dan penyuluhan rohani yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal bersama Kemenag Kota Medan di Yayasan Medan Plus menjadi sarana penguatan iman bagi peserta rehabilitasi NAPZA. Melalui firman Tuhan, doa, dan pujian rohani, peserta diajak untuk tetap optimis, percaya pada rencana Tuhan, serta memiliki semangat baru untuk menjalani proses pemulihan menuju kehidupan yang lebih baik.(MT/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *