Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Badan Amil dan Penyuluh (BAS) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Perjuangan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) pukul 16.30 WIB di Masjid Muhajirin, Kompleks Kementerian Tenaga Kerja, Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini diikuti oleh peserta Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 30 Medan Kementerian Sosial. Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembinaan keagamaan yang bertujuan memperkuat pemahaman ajaran Islam, membentuk karakter yang berakhlak mulia, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta aktif berinteraksi dalam sesi tanya jawab. Berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari pergaulan, penggunaan media sosial, hingga pentingnya menjaga akhlak, menjadi bagian dari pembahasan yang mendapat perhatian peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Perjuangan, M. Affan Sihite, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak yang baik.
“Pendidikan dan pembinaan agama merupakan bekal yang sangat penting bagi generasi muda. Melalui pemahaman agama yang baik, anak-anak dan remaja akan memiliki pedoman dalam bersikap, mampu membedakan yang baik dan yang buruk, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Affan.
Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, generasi muda dihadapkan pada berbagai pengaruh yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka. Oleh karena itu, pembinaan keagamaan perlu terus dilakukan agar mereka memiliki filter yang kuat dalam menyikapi berbagai informasi dan perkembangan zaman.
“Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi harus disikapi dengan bijak. Agama menjadi benteng yang akan membimbing generasi muda agar tetap berada pada jalan yang benar serta mampu memanfaatkan kemajuan zaman untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Affan mengingatkan para peserta agar terus meningkatkan semangat belajar dan memperkuat akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas moral dan spiritual yang dimiliki.
“Sebagai generasi penerus bangsa, kalian harus mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik. Keduanya harus berjalan beriringan agar dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Jadilah generasi yang membanggakan, yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, Kementerian Agama Kota Medan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat pembentukan karakter generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta siap menjadi penerus bangsa yang berkualitas.

