Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan keagamaan bagi generasi muda melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Medan Barat, Nita Lamongga, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh masyarakat setempat tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran para orang tua akan pentingnya memberikan pendidikan agama yang memadai kepada anak sejak dini. Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran pendidikan keagamaan dalam membentuk karakter, akhlak, dan ketahanan moral generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Dalam pemaparannya, Nita Lamongga menjelaskan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan keagamaan, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk kepribadian anak yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Menurutnya, tantangan kehidupan yang semakin kompleks menuntut generasi muda memiliki landasan spiritual yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
“Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian yang serius terhadap pendidikan agama mereka. Melanjutkan pendidikan yang bernuansa keagamaan akan membantu anak memiliki pegangan hidup yang kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual,” ujar Nita.
Ia menambahkan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta sikap saling menghormati yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam mendidik anak di era digital. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman dan memperoleh solusi terkait pembinaan karakter anak dalam lingkungan keluarga.
Menurut Nita, keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak. Oleh sebab itu, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama dan memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan umum dan pendidikan agama harus berjalan seiring. Ketika anak memiliki ilmu pengetahuan yang baik dan dibarengi dengan pemahaman agama yang kuat, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk memanfaatkan berbagai lembaga pendidikan keagamaan dan kegiatan pembinaan yang tersedia sebagai sarana memperkuat pemahaman agama anak. Menurutnya, investasi pendidikan agama merupakan bekal berharga yang akan memberikan manfaat tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat di masa mendatang.
Kegiatan penyuluhan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini dan memberikan motivasi untuk lebih memperhatikan pendidikan agama dalam keluarga.
Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan keagamaan sebagai pondasi dalam membentuk generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman.

