Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Marelan dan KUA Kecamatan Medan Labuhan, kegiatan tausiyah dan bimbingan keagamaan dilaksanakan di Lapas Medan Labuhan, Simpang Kantor, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan agar memiliki bekal keagamaan yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Melalui pendekatan keagamaan yang humanis dan persuasif, para warga binaan diajak untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Marelan, H. Husein Ali, menyampaikan materi tentang pentingnya memperbanyak zikir sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkuat ketahanan spiritual di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Menurutnya, zikir bukan sekadar amalan lisan, tetapi juga bentuk penghambaan yang mampu menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keimanan, dan membangun optimisme dalam menjalani kehidupan.
“Zikir bukan hanya amalan yang diucapkan dengan lisan, tetapi juga sarana untuk menenangkan hati dan menguatkan keyakinan kepada Allah SWT. Di tengah berbagai tantangan zaman, orang yang senantiasa berzikir akan lebih mampu mengendalikan diri, bersabar dalam menghadapi ujian, serta memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan,” ujar Husein Ali.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan berbagai persoalan kehidupan sering kali menimbulkan tekanan mental dan emosional. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara usaha lahiriah dan penguatan batin melalui ibadah, salah satunya dengan memperbanyak zikir.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, para warga binaan tampak menyimak materi yang disampaikan dengan serius. Mereka juga diberikan motivasi untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
“Setiap manusia memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik. Jangan pernah merasa terlambat untuk memperbaiki diri. Dekatkan hati kepada Allah melalui zikir, istighfar, dan ibadah lainnya, karena rahmat Allah selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin berubah menjadi lebih baik,” pesan Husein Ali.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa zikir memiliki banyak keutamaan dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selain mendatangkan ketenangan jiwa, zikir juga mampu memperkuat kontrol diri sehingga seseorang lebih mudah menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
“Ketika hati dekat dengan Allah melalui zikir, maka seseorang akan lebih mudah menemukan ketenangan, memperbaiki diri, dan membangun semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, zikir hendaknya menjadi amalan yang dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi pembinaan dan diskusi yang berlangsung secara interaktif. Kehadiran para penyuluh agama di lingkungan lapas diharapkan dapat memberikan motivasi serta semangat baru bagi warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial.
Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan akhlak, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat di masa mendatang.

