Medan (Humas) — Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Denai terus mengintensifkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah. Kegiatan kali ini dilaksanakan bersama Majelis Taklim Ikatan Keluarga Besar Simpang Dolok (IKSD), Minggu (14/06/2026), di kediaman Robiah, Jalan Denai Gang Amal No. 13, Kecamatan Medan Denai.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.10 WIB hingga menjelang Ashar tersebut dihadiri jamaah majelis taklim dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan. Momentum menjelang Tahun Baru Hijriah dimanfaatkan sebagai sarana refleksi dan penguatan spiritual agar masyarakat semakin siap menyongsong tahun baru dengan semangat perubahan yang lebih baik.
Acara diawali oleh Murniati selaku protokol yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan khidmat. Selanjutnya, Ketua Majelis Taklim IKSD, Safruddin Siregar, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat.
“Kami sangat bersyukur karena kegiatan pembinaan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin. Materi yang disampaikan selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi motivasi bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keimanan serta kehidupan beragama,” ujarnya.
Pada sesi utama, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan tausiyah bertema “Prinsip Perubahan Islami dan Langkah Nyata Menyambut 1 Muharram 1448 H.”
Dalam pemaparannya, Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan akhlak, serta memperkuat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengawali materi, ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan bahwa perubahan suatu kaum tidak akan terjadi hingga mereka berusaha mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
“Hijrah yang sesungguhnya bukan hanya perpindahan tempat, tetapi perpindahan dari kondisi yang kurang baik menuju keadaan yang lebih diridhai Allah SWT. Tahun Baru Hijriah harus menjadi titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan kualitas amal dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan dalam Islam harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, terdapat empat prinsip penting dalam mewujudkan perubahan diri, yaitu istiqamah, tawazun (keseimbangan), tadarruj (bertahap), serta membangun lingkungan yang baik sebagai pendukung keberhasilan perubahan.
“Perubahan yang dicintai Allah bukanlah perubahan yang hanya berlangsung sesaat, melainkan perubahan yang terus dijaga dan dilakukan secara konsisten. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak besar dalam kehidupan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diajak memahami lima langkah praktis menyambut Tahun Baru Hijriah, yakni melakukan muhasabah diri, menetapkan resolusi Islami yang realistis, memperbarui niat dalam setiap aktivitas, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta memperbanyak istighfar sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Resolusi seorang mukmin tidak hanya berorientasi pada kesuksesan dunia, tetapi juga keberhasilan akhirat. Karena itu, mari jadikan tahun baru ini sebagai momentum memperbaiki ibadah, mempererat silaturahim, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbanyak amal saleh,” pesannya.
Lebih lanjut, Khoiruz Zaman mengajak jamaah untuk meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW dengan melakukan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kemalasan menuju semangat beribadah, dari perpecahan menuju persatuan, serta dari akhlak yang kurang baik menuju akhlakul karimah.
Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Jamaah tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai hijrah dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Salah seorang jamaah, Muhammad Ridho, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari materi yang disampaikan.
“Materinya sangat menyentuh dan relevan dengan kehidupan saat ini. Kami diingatkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara istiqamah. Semoga apa yang kami peroleh hari ini dapat menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Khoiruz Zaman, S.H.I., dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Ashar berjamaah. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antara penyuluh agama dan masyarakat binaan.
Melalui kegiatan Bimluh Keluarga Sakinah ini, PAI KUA Kecamatan Medan Denai terus menunjukkan komitmennya dalam membina umat dan memperkuat literasi keagamaan masyarakat. Dengan mengusung semangat “Hijrah Hati, Hijrah Diri, Menuju Ridha Ilahi,” kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perubahan diri, memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas akhlak, serta membangun keluarga sakinah dan masyarakat yang harmonis dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

