Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat serta mewujudkan keluarga yang sakinah, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Denai kembali menggelar kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah bersama Majelis Taklim (MT) Muslimah Sejati, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung ba’da Zuhur pukul 14.00 WIB di kediaman Nurhalizah, Jalan Menteng II Gang Pembangunan No. 17, Kecamatan Medan Denai, tersebut dihadiri jamaah majelis taklim yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan KUA Kecamatan Medan Denai dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, khususnya kaum ibu sebagai pilar utama pembinaan keluarga.
Acara diawali oleh Erlina selaku protokol yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan khidmat. Selanjutnya, Ketua MT Muslimah Sejati, Nurliati, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam yang secara rutin memberikan pembinaan dan penguatan wawasan keagamaan kepada masyarakat.
“Kami sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga seluruh jamaah dapat mengikuti kajian dengan baik dan mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Memasuki sesi inti, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan materi bertema “Pentingnya Mempelajari Ilmu Fardhu Ain”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ilmu fardhu ain merupakan ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah dan kewajiban agama sehari-hari.
Menurutnya, tidak sedikit umat Islam yang memiliki semangat beribadah, namun belum memahami secara utuh tata cara pelaksanaannya sesuai tuntunan syariat. Oleh karena itu, mempelajari ilmu fardhu ain menjadi kebutuhan mendasar agar ibadah yang dilakukan benar, sah, dan bernilai di sisi Allah SWT.
“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ilmu yang paling utama dipelajari adalah ilmu yang berkaitan dengan pelaksanaan kewajiban agama, sehingga setiap ibadah yang kita lakukan benar sesuai tuntunan syariat dan membawa keberkahan dalam kehidupan,” jelas Khoiruz Zaman.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah), ia menegaskan bahwa kewajiban menuntut ilmu harus dimulai dari ilmu-ilmu dasar yang menjadi fondasi kehidupan seorang muslim.
Dalam kajiannya, Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa ilmu fardhu ain mencakup pemahaman tentang akidah, thaharah, shalat, puasa, zakat, serta berbagai hukum Islam yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami ilmu tersebut, seorang muslim akan memiliki landasan yang kuat dalam menjalankan ajaran agama secara benar dan bertanggung jawab.
Ia juga memaparkan sejumlah manfaat mempelajari ilmu fardhu ain, antara lain menjadi dasar sahnya ibadah, memperkuat akidah dan keimanan, membentuk akhlak mulia, menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, serta menghindarkan diri dari kesalahan akibat ketidaktahuan terhadap hukum agama.
“Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan. Semakin seseorang memahami agamanya, maka semakin baik kualitas ibadah, akhlak, dan perilakunya. Karena itu, setiap muslim hendaknya terus belajar dan menghadiri majelis-majelis ilmu agar semakin dekat dengan Allah SWT,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para jamaah untuk menjadikan kegiatan majelis taklim sebagai sarana meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.
“Keluarga yang kuat lahir dari pemahaman agama yang baik. Ketika orang tua memiliki bekal ilmu yang cukup, maka nilai-nilai keimanan dan akhlak akan lebih mudah ditanamkan kepada anak-anak sejak dini,” tambahnya.
Penyampaian materi yang komunikatif dan disertai contoh-contoh praktis dalam kehidupan sehari-hari membuat suasana kajian berlangsung hidup. Para jamaah tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan keagamaan yang sering ditemui dalam kehidupan keluarga.
Salah seorang jamaah, Nur Ainun, mengaku memperoleh banyak manfaat dari materi yang disampaikan.
“Saya merasa senang dan mendapatkan banyak ilmu baru. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan mengingatkan kami akan pentingnya memahami dasar-dasar agama sebelum mengamalkannya. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar, S.H.I., memohon keberkahan ilmu, kesehatan, serta kemudahan bagi seluruh jamaah dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Melalui kegiatan Bimluh Keluarga Sakinah ini, PAI KUA Kecamatan Medan Denai terus menunjukkan komitmennya dalam membina umat, memperkuat literasi keagamaan masyarakat, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya menuntut ilmu sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, serta berakhlak mulia.

