Penyuluh Agama Buddha Medan Perkuat Kompetensi Digital Melalui Pelatihan Website PPABDI

Medan (Humas) — Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme penyuluh agama di era digital, Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan mengikuti Pelatihan Teknis Penggunaan Website Perkumpulan Penyuluh Agama Buddha Dhammagosaka Indonesia (PPABDI) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penyuluh Agama Buddha Dhammagosaka Indonesia (PPABDI) tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat kompetensi digital para penyuluh agama Buddha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi serta mendukung pelaksanaan tugas kepenyuluhan yang semakin dinamis dan modern.

Pelatihan diikuti oleh penyuluh agama Buddha dari berbagai daerah di Indonesia. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai fitur yang tersedia pada website PPABDI, mulai dari pengelolaan akun anggota, penginputan data kegiatan kepenyuluhan, publikasi artikel dan berita, hingga pemanfaatan platform digital sebagai sarana komunikasi, kolaborasi, dan pengembangan profesi.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi demonstrasi penggunaan sistem, praktik langsung, serta diskusi interaktif yang membahas berbagai kendala dan solusi dalam pengelolaan data serta publikasi kegiatan kepenyuluhan berbasis digital.

Penyuluh Agama Buddha Kota Medan menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut dan menilai bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam mendukung pelayanan keagamaan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

“Di era digital saat ini, penyuluh agama dituntut tidak hanya mampu memberikan pembinaan secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana edukasi, dokumentasi, dan publikasi kegiatan kepenyuluhan. Kemampuan digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada umat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran website PPABDI menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem informasi organisasi sekaligus membangun jejaring yang lebih luas antarpenyuluh agama Buddha di seluruh Indonesia.

“Website PPABDI tidak hanya berfungsi sebagai pusat data dan informasi, tetapi juga menjadi media untuk berbagi pengalaman, praktik baik, serta berbagai inovasi kepenyuluhan yang dapat menginspirasi penyuluh di berbagai daerah. Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada umat dapat terus meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu penyuluh agama dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya generasi muda yang akrab dengan perkembangan teknologi dan media digital.

“Pemanfaatan platform digital membuka peluang yang lebih besar untuk menyebarluaskan nilai-nilai Dhamma yang menyejukkan dan edukatif. Melalui media digital, pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan secara lebih efektif, cepat, dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi pelatihan, praktik penggunaan website, serta berdiskusi mengenai berbagai strategi pengembangan layanan kepenyuluhan berbasis teknologi informasi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama Buddha semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengoptimalkan berbagai platform digital dalam mendukung tugas pembinaan umat, penguatan literasi keagamaan, serta peningkatan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Selain meningkatkan kompetensi individu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi profesi penyuluh agama Buddha dalam membangun sistem informasi yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan kapasitas penyuluh agama Buddha di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *