Medan (Humas) – Dalam upaya menumbuhkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah, MIN 7 Kota Medan menggelar kegiatan literasi yang diikuti seluruh siswa pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut turut dihadiri Kepala MIN 7 Kota Medan bersama seluruh dewan guru.
Sejak pagi hari, suasana madrasah tampak berbeda dari biasanya. Para siswa hadir dengan membawa berbagai buku bacaan yang telah dipersiapkan dari rumah maupun perpustakaan madrasah. Mereka mengikuti kegiatan membaca bersama, berdiskusi, serta berbagi informasi dan pengetahuan yang diperoleh dari buku yang dibaca.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan. Di bawah bimbingan para guru, siswa diajak untuk menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menarik sekaligus bermanfaat dalam memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berpikir.
Kepala MIN 7 Kota Medan dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi modal utama bagi peserta didik untuk meraih prestasi serta menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca tulisan, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan mengambil manfaat dari informasi yang diperoleh. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kebiasaan membaca sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para siswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa buku merupakan sumber ilmu pengetahuan yang dapat membuka cakrawala berpikir dan memperluas wawasan peserta didik.
“Buku adalah jendela dunia. Semakin banyak membaca, semakin luas pula pengetahuan yang dimiliki. Kami berharap seluruh siswa MIN 7 Kota Medan semakin mencintai kegiatan membaca dan menjadikannya sebagai kebiasaan positif, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang terus berupaya membimbing dan memotivasi siswa untuk mengembangkan budaya literasi. Menurutnya, keberhasilan program literasi membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, serta lingkungan sekitar.
Sementara itu, salah seorang guru pendamping mengungkapkan bahwa kegiatan literasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca siswa, tetapi juga melatih keterampilan komunikasi, daya pikir kritis, dan rasa percaya diri melalui kegiatan diskusi serta berbagi pengalaman membaca.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar menyampaikan kembali informasi yang mereka peroleh dari buku. Hal tersebut sangat baik untuk melatih kemampuan berpikir dan berkomunikasi mereka,” tuturnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak siswa aktif menceritakan isi buku yang mereka baca dan saling bertukar informasi dengan teman-temannya. Suasana tersebut menunjukkan bahwa budaya membaca dapat ditumbuhkan melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.
Melalui pelaksanaan kegiatan literasi ini, MIN 7 Kota Medan berharap dapat terus membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi pembelajar yang gemar membaca, berwawasan luas, dan memiliki karakter yang kuat.
Kegiatan literasi juga menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mewujudkan generasi madrasah yang cerdas, berprestasi, serta berakhlakul karimah. Dengan budaya membaca yang tertanam sejak dini, diharapkan para siswa mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang unggul.

