PAI KUA Medan Denai Bahas Empat Golongan yang Doanya Dekat dengan Pengabulan Allah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keagamaan kepada masyarakat, Selasa (16/06/2026). Kegiatan yang berlangsung ba’da Isya tersebut dilaksanakan di rumah Ketua STM Darul Hikmah, H. Asmuni, di Jalan Denai Gang Pendidikan I, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Kegiatan yang diikuti oleh jamaah laki-laki dan perempuan anggota STM Darul Hikmah itu berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan semangat menuntut ilmu agama. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran jamaah yang memenuhi lokasi kegiatan untuk mengikuti pembinaan keagamaan yang secara rutin dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Medan Denai.

Acara diawali oleh protokol Syahrial, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua STM Darul Hikmah, H. Asmuni. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai yang terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pembinaan dan pencerahan keagamaan.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Selain menambah ilmu agama, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara anggota STM dan masyarakat sekitar. Semoga kegiatan pembinaan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar H. Asmuni.

Pada kesempatan tersebut, tausiah agama disampaikan oleh Khoiruz Zaman, S.H.I., dengan mengangkat tema “Empat Golongan yang Doanya Sangat Dekat dengan Pengabulan Allah.” Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas keimanan serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui doa dan amal saleh.

Dalam pemaparannya, Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT. Ia mengawali kajiannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ghafir ayat 60 yang berisi perintah untuk berdoa sekaligus janji Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon dengan penuh keikhlasan.

“Doa adalah senjata orang beriman dan bukti bahwa seorang hamba menyadari keterbatasannya di hadapan Allah SWT. Karena itu, jangan pernah lelah berdoa, sebab Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan empat golongan yang memiliki keistimewaan dalam berdoa dan sangat dekat dengan pengabulan Allah SWT. Golongan pertama adalah orang-orang saleh yang senantiasa menjaga keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah dalam setiap aspek kehidupannya.

Golongan kedua adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Menurutnya, keridaan Allah sangat erat kaitannya dengan keridaan orang tua, sehingga doa dari anak yang berbakti memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT.

Adapun golongan ketiga adalah orang yang berada dalam kesulitan dan sangat membutuhkan pertolongan Allah (al-mudhthar). Pada kondisi tersebut, seorang hamba akan memanjatkan doa dengan penuh keikhlasan dan ketergantungan hanya kepada Allah semata.

“Ketika seseorang sudah tidak lagi bergantung kepada siapa pun selain Allah, maka ia berada pada titik ketulusan yang sangat tinggi dalam berdoa. Dalam kondisi seperti itulah Allah menunjukkan pertolongan dan kasih sayang-Nya kepada hamba yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, golongan keempat adalah pemimpin yang adil. Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa keadilan merupakan amanah besar yang sangat dicintai Allah SWT. Pemimpin yang adil tidak hanya terbatas pada kepala negara, tetapi juga mencakup kepala keluarga, guru, pemimpin organisasi, maupun siapa saja yang diberikan tanggung jawab untuk memimpin dan melayani orang lain.

“Keempat golongan ini memiliki satu kesamaan, yaitu kedekatan mereka kepada Allah SWT. Semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin besar peluang doanya diijabah. Karena itu, marilah kita berusaha menjadi pribadi yang saleh, berbakti kepada orang tua, berlaku adil, dan selalu berserah diri kepada Allah dalam setiap keadaan,” tambahnya.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para peserta. Jamaah tampak menyimak dengan penuh perhatian dan antusias mengikuti sesi diskusi serta tanya jawab yang berlangsung interaktif. Kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai hakikat doa dan amalan-amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah seorang jamaah, Nur Beti, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan memberikan motivasi untuk terus memperbaiki kualitas ibadah.

“Alhamdulillah, kami sangat senang mengikuti pengajian ini. Banyak ilmu yang kami peroleh dan sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar masyarakat semakin memahami ajaran agama dengan baik,” tuturnya.

Sebagai penutup, doa bersama dipimpin oleh Syaiful Akhyar, S.H.I. yang memohon keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta kemudahan bagi seluruh jamaah dalam menjalani kehidupan dan meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan ini, KUA Kecamatan Medan Denai terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembinaan umat di tengah masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat menjadi sarana meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkokoh akhlak mulia, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *