Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia. Melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan keagamaan, penyuluh agama hadir untuk memberikan penguatan spiritual sekaligus mendukung terwujudnya kehidupan beragama yang semakin berkualitas di tengah masyarakat.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Ibadah Lansia Oikumene Primbanan yang dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan keagamaan bagi para lansia untuk memperdalam nilai-nilai keimanan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ibadah yang mengangkat tema “Pengharapan, Iman, dan Kasih kepada Tuhan Yesus” berdasarkan 1 Petrus 1:1-12 berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti secara antusias oleh para peserta. Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-Butar dan Saronisa Ginting, turut memberikan pelayanan keagamaan kepada para lansia. Saronisa Ginting bertugas sebagai moderator yang memandu jalannya ibadah dan rangkaian kegiatan.
Sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat, kedua penyuluh agama tersebut terus mendorong para lansia untuk tetap memiliki pengharapan yang teguh kepada Tuhan, memperkuat iman, serta menghidupi kasih dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.
Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar-Butar, mengatakan bahwa kegiatan ibadah rutin memiliki peran penting dalam menjaga semangat spiritual para lansia sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan mereka.
“Melalui kegiatan ibadah seperti ini, para lansia mendapatkan penguatan rohani sekaligus ruang untuk saling mendukung dan bertumbuh dalam iman. Kami berharap semangat pengharapan, iman, dan kasih yang disampaikan dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Verawati.
Sementara itu, Saronisa Ginting menekankan pentingnya menjaga pengharapan dan keteguhan iman dalam setiap fase kehidupan. Menurutnya, para lansia memiliki peran penting sebagai teladan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Pengharapan yang kita miliki di dalam Tuhan Yesus adalah pengharapan yang tidak pernah mengecewakan. Karena itu, meskipun usia terus bertambah dan tantangan kehidupan datang silih berganti, kita tetap diajak untuk hidup dalam iman, mengandalkan Tuhan, serta menunjukkan kasih kepada sesama dalam setiap kesempatan,” ujar Saronisa.
Ia juga mengajak para peserta untuk terus menjadi pribadi yang membawa damai dan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.
“Lansia bukan hanya penerima perhatian, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Melalui keteladanan, doa, dan kehidupan yang penuh kasih, para lansia dapat terus memberikan kontribusi yang berharga bagi keluarga, gereja, dan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan menjadi sarana memperkuat kebersamaan serta kepedulian antaranggota komunitas lansia. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang dekat, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

