Medan (Humas) — Upaya penguatan kehidupan beragama terus menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui kegiatan tausiyah keagamaan yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tanjung Gusta Medan, Sabtu (27/6/2026), Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Nunung Ismayanti, memberikan pembinaan spiritual guna menumbuhkan semangat hijrah, optimisme, dan penguatan akhlak bagi para warga binaan.
Kegiatan yang terselenggara bekerja sama dengan Komisi Pemberdayaan Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Sumatera Utara tersebut berlangsung khidmat dan diikuti dengan antusias oleh warga binaan. Tausiyah menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menghadirkan pendampingan moral dan spiritual bagi peserta.
Dalam penyampaiannya, Nunung Ismayanti mengajak warga binaan untuk memaknai setiap fase kehidupan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang tertutup dari kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik selama masih memiliki kemauan untuk belajar, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan kualitas keimanan.
“Allah SWT senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-Nya. Karena itu, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Jadikan setiap ujian sebagai sarana untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan membangun harapan menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Nunung Ismayanti.
Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk ketahanan mental dan spiritual, sehingga seseorang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan sikap yang lebih bijaksana dan penuh harapan.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai agama tidak hanya menjadi pedoman dalam beribadah, tetapi juga menjadi bekal dalam membangun karakter dan menata masa depan yang lebih baik.
“Melalui penguatan nilai-nilai keislaman, kita berharap para warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan penuh kesungguhan, menjaga semangat untuk terus belajar, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh elemen masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual sekaligus menumbuhkan motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan. Para peserta mengikuti rangkaian tausiyah dengan penuh perhatian serta aktif berinteraksi dalam sesi pembinaan. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh semangat baru untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih optimis, berakhlak mulia, dan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

