Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Komala Dewi, Nurlely, dan Heriansyah Harahap, S.Th.I, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Kedudukan Salat dalam Kehidupan” sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual untuk menumbuhkan keimanan, kedisiplinan, serta akhlak mulia di kalangan warga binaan.
Dalam penyuluhan tersebut, para penyuluh menjelaskan bahwa salat merupakan tiang agama yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Salat menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun serta menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain sebagai bentuk ibadah, salat juga membentuk karakter yang disiplin, sabar, jujur, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Heriansyah Harahap dalam pemaparannya menyampaikan bahwa seseorang yang menjaga salatnya akan memperoleh ketenangan jiwa dan kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ankabut ayat 45 yang menjelaskan bahwa salat dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Menurutnya, menjadikan salat sebagai kebutuhan hidup merupakan langkah awal menuju perubahan diri yang lebih baik.
“Salat bukan hanya kewajiban yang dilaksanakan lima kali sehari, tetapi merupakan sumber kekuatan spiritual yang membimbing manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Siapa yang menjaga salatnya dengan ikhlas dan istiqamah, insya Allah akan diberikan ketenangan hati, kemudahan dalam urusan, serta dijauhkan dari perbuatan yang menyimpang. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk membangun kebiasaan salat yang akan terus dijaga setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Heriansyah Harahap.
Sementara itu, Komala Dewi mengajak seluruh warga binaan agar tidak pernah merasa putus asa terhadap rahmat Allah SWT. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui taubat yang sungguh-sungguh dan memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan menjaga salat lima waktu. Nurlely juga menambahkan bahwa salat yang dilaksanakan dengan khusyuk akan melahirkan pribadi yang lebih sabar, santun, serta mampu mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para warga binaan mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian serta aktif mengajukan pertanyaan mengenai pentingnya menjaga salat, cara meningkatkan kekhusyukan, dan menjaga istiqamah dalam beribadah. Para penyuluh memberikan motivasi agar peserta menjadikan salat sebagai pondasi utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan bimbingan ini, KUA Kecamatan Medan Petisah berharap pembinaan keagamaan yang diberikan dapat memperkuat mental spiritual warga binaan LPKA Kelas I Medan. Dengan memahami kedudukan salat dalam kehidupan, diharapkan mereka mampu membangun karakter yang religius, berakhlak mulia, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

