Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus mengoptimalkan peran penyuluh agama dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang menyentuh persoalan kehidupan sehari-hari. Salah satu di antaranya dilakukan melalui pembinaan kepada jamaah majelis taklim dengan menanamkan nilai-nilai birrul walidain (berbakti kepada orang tua) sebagai fondasi pembentukan keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.
Komitmen tersebut diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, yang memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim Al Khairiyah, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dahsyatnya Doa Ibu: Kekuatan yang Mengubah Takdir”, yang diikuti dengan penuh antusias oleh para jamaah.
Dalam penyampaiannya, H. Abdullah Hakim menjelaskan bahwa doa seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, setiap anak dituntut untuk senantiasa berbakti, menghormati, dan menjaga hati kedua orang tua agar memperoleh rida Allah SWT serta keberkahan dalam kehidupan.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh usaha dan kecerdasan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh doa dan rida orang tua, khususnya doa seorang ibu yang dipanjatkan dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan.
“Doa seorang ibu adalah salah satu doa yang sangat mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Karena itu, jangan pernah menyakiti hati orang tua. Berbaktilah kepada mereka selama masih diberi kesempatan, sebab rida Allah bergantung pada rida kedua orang tua. Ketika hubungan kita dengan orang tua terjaga dengan baik, insya Allah pintu keberkahan, kemudahan, dan pertolongan Allah akan terbuka,” ujar H. Abdullah Hakim.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan bakti kepada orang tua sebagai bagian dari ibadah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui ucapan yang lembut, perhatian, pelayanan, maupun doa yang terus dipanjatkan kepada kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keluarga yang kokoh dibangun di atas nilai-nilai kasih sayang, penghormatan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terjalin dengan baik, maka akan lahir keluarga yang harmonis, penuh cinta, dan menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat.
“Kemajuan sebuah keluarga tidak hanya diukur dari keberhasilan materi, tetapi juga dari kuatnya hubungan antaranggota keluarga yang dibangun atas dasar cinta, saling menghormati, dan ketaatan kepada Allah SWT. Doa orang tua adalah kekuatan spiritual yang akan selalu mengiringi setiap langkah kehidupan anak-anaknya,” tambahnya.
Selain menyampaikan materi, H. Abdullah Hakim juga mengajak jamaah melakukan muhasabah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan berbakti kepada orang tua. Ia mengingatkan bahwa waktu bersama ayah dan ibu merupakan nikmat yang tidak dapat diulang, sehingga harus dimanfaatkan dengan memperbanyak amal kebajikan dan membahagiakan mereka.
Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian dan aktif berdiskusi mengenai berbagai bentuk bakti kepada orang tua yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap nilai-nilai birrul walidain semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat. Peran penyuluh agama diharapkan terus menjadi penguat spiritual umat melalui pembinaan yang berkesinambungan, sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta masyarakat yang berakhlak mulia, harmonis, dan senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

